Penghormatan Erros Djarot di Java Jazz 2026: Perjalanan 45 Tahun Musik Indonesia Dirayakan
Musisi lintas generasi merayakan 45 tahun dedikasi Erros Djarot dalam industri musik Indonesia melalui konser "Tribute to Erros Djarot" di Java Jazz Festival 2026, Nice PIK 2.
Musisi lintas generasi berkumpul merayakan perjalanan panjang Erros Djarot dalam industri musik Indonesia. Konser "Tribute to Erros Djarot" terselenggara meriah pada ajang Java Jazz Festival 2026. Acara ini berlangsung di Nice PIK 2, Kabupaten Tangerang, pada hari Sabtu.
Peter F. Gontha, pendiri Java Jazz Festival, mengungkapkan apresiasinya terhadap Erros Djarot. Ia menyoroti 45 tahun perjalanan Erros yang penuh karya, idealisme, serta kecintaan mendalam pada musik Indonesia. Peter menyebut Erros sebagai sosok yang selalu mengedepankan kualitas musik.
Penghormatan ini menegaskan posisi Erros Djarot sebagai tokoh sentral. Kontribusinya telah membentuk lanskap musik Tanah Air selama beberapa dekade. Konser ini juga menjadi bukti nyata pengaruh besar Erros terhadap generasi musisi saat ini.
Dedikasi Erros Djarot untuk Musik Indonesia
Peter F. Gontha secara langsung menyampaikan kekagumannya terhadap Erros Djarot. Ia menyebut Erros telah berkarya selama hampir 45 tahun di dunia musik. Perjalanan ini bukanlah waktu yang singkat, melainkan penuh perjuangan.
Menurut Peter, Erros selalu menempatkan kualitas musik sebagai prioritas utama. Erros percaya musik adalah bahasa universal yang mampu menyatukan manusia. Musik tidak mengenal perbedaan agama, suku, atau batas negara, melainkan harmoni.
Peter F. Gontha kemudian mengundang Erros Djarot naik ke atas panggung. Ia menyampaikan terima kasih atas dedikasi dan kontribusi Erros terhadap musik Indonesia. Momen ini disambut hangat oleh seluruh penonton yang hadir.
Erros Djarot membalas penghormatan tersebut dengan penuh rasa syukur. Ia menegaskan kembali pandangannya bahwa musik adalah bahasa universal. Erros juga secara khusus mengapresiasi Peter F. Gontha atas penyelenggaraan Java Jazz Festival.
Kolaborasi Musisi Lintas Generasi Memukau Panggung
Konser penghormatan ini dimeriahkan oleh sejumlah musisi papan atas Indonesia. Dwiki Dharmawan bertindak sebagai pengarah musik, memimpin penampilan Dira Sugandi, Once Mekel, Monita Tahalea, Andre Hehanussa, serta Balawan. Mereka membawakan karya-karya Erros Djarot dengan interpretasi segar.
Dira Sugandi membuka malam dengan lagu "Serasa" yang memukau penonton. Selanjutnya, Once Mekel membawakan "Angin Malam" dengan penuh penghayatan. Andre Hehanussa tidak ketinggalan menyanyikan "Merpati Putih" yang disambut antusias.
Monita Tahalea berhasil memancing penonton untuk ikut bernyanyi. Ia membawakan lagu "Cinta" yang populer, lalu melanjutkan dengan "Hening". Antusiasme penonton semakin memuncak saat Dira Sugandi kembali tampil dengan lagu "Rindu", diiringi tepuk tangan meriah.
Andre Hehanussa melanjutkan penampilan dengan lagu "Malam Pertama". Kemudian, Once Mekel membawakan "Selamat Jalan Kekasih" yang sangat menyentuh hati. Once juga menyapa penonton, mengungkapkan kebahagiaannya bisa bertemu kembali di Java Jazz yang luar biasa.
Puncak Apresiasi dan Harmoni Universal
Puncak acara tiba saat konser ditutup dengan lagu "Simfoni". Seluruh penyanyi dan musisi yang terlibat berkolaborasi membawakan lagu ini secara bersamaan. Momen ini menciptakan harmoni yang indah dan tak terlupakan.
Pada lagu penutup tersebut, Dira Sugandi terlihat menuntun Erros Djarot menuju panggung. Erros bergabung bersama para penyanyi lainnya di tengah sorak sorai penonton. Kehadiran Erros disambut tepuk tangan panjang.
Penonton memberikan penghormatan tulus kepada Erros Djarot. Beliau adalah sosok pencipta lagu yang telah berkarya puluhan tahun. Dedikasinya terhadap industri musik Indonesia sangatlah besar, menginspirasi banyak generasi.
Erros Djarot menutup malam dengan ucapan singkat, "Sampai bertemu lagi." Ia berdiri bersama para musisi, menyiratkan kebersamaan dan semangat kolaborasi. Momen ini menjadi penutup manis bagi malam penghormatan yang penuh makna.
Sumber: AntaraNews