Pendatang di Bali harus ingat nama dan tanggal lahir
Dalam pemeriksaan di pelabuhan Gilimanuk, satu orang pendatang terpaksa dipulangkan.
Sikap tegas dan tanpa ampun ditunjukkan petugas jaga di pintu masuk pelabuhan Gilimanuk Bali, Jumat (8/7). Pemeriksaan ketat dilakukan ke semua penumpang yang mulai datang ke Bali. Pemeriksaan tidak hanya barang bawaan tapi juga identitas diri.
Dalam pemeriksaan, salah seorang pemuda yang tak ingat nama dan tanggal lahir terpaksa dipulangkan ke daerah asalnya. Petugas tiga kali menanyakan nama pemuda itu. Namun dia selalu menjawab salah dan tak cocok dengan nama yang tertera pada Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang dibawanya. KTP yang dibawanya menunjukkan pemuda itu berasal dari Jember, Jawa Timur.
"Hari ini kita pulangkan satu orang penduduk pendatang yang mau masuk Bali karena kami duga KTP nya palsu. Pembawa KTP terpaksa kita pulangkan," terang Kadis Kependudukan dan Catatan Sipil Jembrana, Ketut Waspada, Jumat (8/7).
Saat dilakukan pemeriksaan KTP terhadap sejumlah pendatang, petugas pos KTP mencurigai keaslian KTP yang dibawa pemuda asal Jember itu. Dalam KTP yang dibawa pemuda itu tertulis nama Helmi, umurnya 20 tahun. Namun saat petugas menanyakan nama, pekerjaan dan alamat kepada pemuda tersebut, yang bersangkutan justru bingung dan menyebutkan nama berbeda serta alamat berbeda dengan yang tertera di KTP.
"Karena itulah petugas kami memutuskan memulangkan pemuda tersebut karena diduga KTP yang dibawanya palsu," imbuhnya.
Ketut Waspada menginstruksikan anak buahnya yang berjaga di pos KTP agar melakukan pemeriksaan terhadap semua pendatang dengan baik dan penuh tanggung jawab.
"Kami juga ingatkan kepada petugas agar jangan sekali-kali melakukan pungli terhadap penduduk pendatang yang identitasnya diragukan ataupun yang tidak ber KTP karena menyangkut keamanan Bali," tutupnya.
Baca juga:
Pesan Ahok untuk para pendatang, soal tempat tinggal sampai keahlian
Wagub Djarot sebut 70 persen pendatang di Jakarta tak lulus SMA
Tertinggi di dunia, urbanisasi RI timbulkan kesenjangan sosial
Tekan angka urbanisasi, JK minta Pemda genjot inovasi ekonomi
Empat sekolah ini cuma punya satu murid dan guru
Purwakarta bisa usir warga pendatang yang tidak jelas tujuannya