Tertinggi di dunia, urbanisasi RI timbulkan kesenjangan sosial

Diperkirakan pada 2025, sebanyak 60 persen populasi penduduk Indonesia akan berada di kota-kota kelas menengah.

Siti Nur Azzura
Oleh Siti Nur Azzura - Reporter
Tertinggi di dunia, urbanisasi RI timbulkan kesenjangan sosial
Tertinggi di dunia, urbanisasi RI timbulkan kesenjangan sosial

Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Taufik Widjoyono mengatakan Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat urbanisasi tertinggi di dunia. Bahkan diperkirakan pada 2025, sebanyak 60 persen populasi penduduk Indonesia akan berada di kota-kota kelas menengah.

Menurutnya, urbanisasi telah memberikan dampak positif dan negatif ke masyarakat. Salah satunya memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan Produk Domestik Bruto (PDB) karena banyaknya lapangan kerja yang tersedia.

"Namun urbanisasi juga mengakibatkan kemacetan, banjir, dan sistem kepadatan penduduk. Oleh karena itu perlu afirmatif action dalam pembangunan ekonomi," kata Taufik di Jakarta, Selasa (14/6).

Dengan demikian, pihaknya akan terus merancang tata kota dengan infrastruktur yang ramah lingkungan, dan bisa memberikan keseragaman kepada masyarakat. Mengingat, urbanisasi juga memberikan dampak kesenjangan (gini ratio) di kota-kota besar di Indonesia.

Taufik mengaku pihaknya sudah merancang rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang menyediakan fasilitas lengkap. Selain itu, pihaknya juga tengah merancang green city dan efek gas rumah kaca, di mana program ini bukan hanya fasilitas ruang hijau tapi juga tata kota terpadu.

"Kami ingin memberikan akses universal untuk air bersih dan sanitasi. Rencana kami 10 juta perumahan, dan sanitasi," pungkasnya.

Rekomendasi