Pemkot Jayapura Tegaskan Standar Kesehatan Pangan untuk Program Makan Bergizi Gratis
Pemerintah Kota Jayapura menekankan pentingnya memenuhi standar kesehatan pangan dalam pengolahan makanan, khususnya untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa, demi memastikan keamanan dan mutu gizi.
Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua, menegaskan bahwa seluruh proses pengolahan pangan harus memenuhi standar kesehatan yang ketat. Penegasan ini bertujuan untuk menjamin keamanan serta mutu makanan yang akan didistribusikan kepada para siswa di wilayah tersebut. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya memastikan setiap anak mendapatkan asupan gizi yang layak dan aman.
Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, menyatakan bahwa orientasi keamanan pangan sangat penting bagi penjamah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). "Dengan demikian, perlu orientasi keamanan pangan bagi penjamah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sehingga mereka bisa paham tentang tata kelola pangan yang aman, higienis, serta sesuai dengan standar gizi yang telah ditetapkan," ujarnya di Jayapura pada Sabtu (22/11).
Orientasi ini krusial karena berkaitan langsung dengan gizi, kualitas, dan keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan program nasional. Pemkot Jayapura berkomitmen penuh untuk memastikan seluruh anak sekolah dapat menikmati makanan bergizi gratis dengan aman dan sesuai standar yang telah ditetapkan pemerintah.
Pentingnya Orientasi Keamanan Pangan dan Prosedur Ketat
Menurut Rustan Saru, orientasi keamanan pangan memegang peranan vital dalam menjamin kualitas program MBG. Program ini tidak hanya sekadar menyediakan makanan, tetapi juga memastikan setiap sajian aman dan bermanfaat bagi tumbuh kembang anak-anak. Oleh karena itu, pemahaman mendalam tentang tata kelola pangan yang higienis menjadi prioritas utama bagi para penjamah.
Seluruh tahapan dalam pengolahan makanan, mulai dari pemilihan bahan baku, harus memenuhi standar keamanan pangan yang telah ditetapkan. Ini mencakup bahan-bahan seperti sayur, telur, ikan, hingga beras, yang semuanya harus berkualitas baik dan bebas dari kontaminasi. Peralatan yang digunakan dalam proses memasak juga wajib dalam kondisi higienis untuk mencegah penyebaran bakteri atau kuman.
Tidak hanya itu, petugas MBG yang terlibat dalam pengolahan dan distribusi makanan juga diwajibkan menjalani pemeriksaan kesehatan secara berkala. Prosedur ini penting untuk memastikan bahwa mereka dalam kondisi sehat dan tidak menjadi sumber penularan penyakit. "Semua ini memiliki prosedur, karena ada standar terkait bahan, masa penyimpanan, cara memasak hingga durasi pengemasan dan pengantaran," kata Rustan Saru, menekankan pentingnya kepatuhan terhadap setiap detail prosedur.
Kolaborasi Lintas Sektor dan Peran UNICEF
Kepala UNICEF Perwakilan Papua, Aminuddin Ramdan, menjelaskan bahwa kegiatan orientasi keamanan pangan ini merupakan langkah awal untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor. Kolaborasi ini esensial dalam implementasi program MBG di Jayapura. UNICEF hadir untuk memberikan contoh dan inovasi mengenai bagaimana peran berbagai sektor dapat diintegrasikan guna mendukung keberhasilan program ini secara optimal.
Pelatihan yang diselenggarakan dirancang khusus untuk memastikan kualitas dan higienitas makanan tetap terjaga saat dikonsumsi oleh para siswa. Diharapkan, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Jayapura dapat berperan aktif dalam memperkuat program makanan bergizi gratis ini. Misalnya, sektor kesehatan dapat berkontribusi dalam memastikan kualitas dapur melalui sertifikasi yang relevan.
Aminuddin Ramdan juga menyoroti pentingnya integrasi program rutin pemerintah, seperti penanggulangan stunting, dengan MBG. Hal ini bertujuan agar manfaat program bagi anak-anak semakin besar dan berdampak positif secara menyeluruh. Pihaknya berharap integrasi program pemerintah dapat semakin kuat, sehingga MBG menjadi pendorong utama peningkatan nutrisi bagi anak-anak di Kota Jayapura, menciptakan generasi yang lebih sehat dan cerdas.
Sumber: AntaraNews