Pemkab Sidoarjo Percepat Penataan TPS-3R, Atasi Bau Sampah dan Libatkan Warga
Pemkab Sidoarjo mengambil langkah cepat dalam penataan TPS-3R Desa Terungkulon untuk mengatasi masalah bau sampah dan meningkatkan kualitas lingkungan, dengan fokus pada pembersihan dan pembentukan Kelompok Swadaya Pengelola.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo, Jawa Timur, kini tengah mempercepat upaya penataan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS-3R) di Desa Terungkulon, Kecamatan Krian. Langkah strategis ini diambil sebagai bagian integral dari komitmen Pemkab dalam memperbaiki kualitas lingkungan hidup di wilayah tersebut. Bupati Sidoarjo, Subandi, secara langsung menyatakan bahwa perbaikan ini merupakan respons krusial terhadap keluhan masyarakat.
Keluhan utama yang diterima adalah mengenai bau sampah yang menyengat dan mengganggu warga sekitar, termasuk anak-anak sekolah. Dalam inspeksi yang dilakukannya pada Rabu, Bupati Subandi menegaskan bahwa kondisi TPS-3R saat ini berdampak langsung pada kenyamanan warga hingga siswa yang sekolahnya tepat berada di depan lokasi.
Sebagai tindak lanjut, Pemkab Sidoarjo akan segera memulai pembersihan menyeluruh atau "clean up" kawasan TPS-3R. Selain itu, pembentukan Kelompok Swadaya Pengelola (KSP) juga menjadi prioritas. KSP ini diharapkan dapat menjadi fondasi kuat bagi pengelolaan sampah yang lebih terstruktur dan berkelanjutan di masa mendatang, dengan melibatkan partisipasi aktif dari komunitas lokal.
Strategi Pembenahan Menyeluruh dan Peran Komunitas
Bupati Subandi menjelaskan bahwa langkah-langkah selanjutnya yang akan dilaksanakan oleh pengelola TPS-3R meliputi pembenahan sistem pengangkutan dan pemilahan sampah. Perbaikan ini juga mencakup peningkatan sarana pendukung lainnya. Tujuan utamanya adalah untuk secara signifikan mengurangi dampak sosial negatif terhadap masyarakat yang tinggal di lingkungan sekitar TPS-3R.
Kondisi TPS-3R yang kurang terkelola dengan baik saat ini telah menimbulkan ketidaknyamanan serius bagi warga. Bau sampah yang kuat tidak hanya mengganggu aktivitas harian masyarakat, tetapi juga secara spesifik menghambat proses belajar mengajar bagi anak-anak di sekolah yang lokasinya berdekatan. Hal ini menjadi perhatian serius Pemkab Sidoarjo.
Untuk memastikan keberhasilan program penataan ini, pemerintah daerah secara aktif mendorong keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Mulai dari pengurus RT/RW hingga perangkat desa, semua pihak diminta untuk bergotong royong. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi kunci dalam menyelesaikan persoalan sampah yang kompleks dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat.
Pendekatan komprehensif ini bertujuan untuk tidak hanya mengatasi masalah yang ada di permukaan, tetapi juga membangun kesadaran kolektif. Dengan begitu, pengelolaan sampah dapat menjadi tanggung jawab bersama yang diemban oleh seluruh lapisan masyarakat Sidoarjo.
Pendekatan Sosial dalam Retribusi dan Tanggung Jawab Kolektif
Dalam aspek pengelolaan finansial, Bupati Subandi menekankan pentingnya pendekatan sosial dalam penerapan retribusi sampah. Ia secara tegas menyatakan bahwa warga kurang mampu tidak boleh dibebani iuran. Kebijakan ini merupakan upaya konkret untuk mencegah timbulnya kecemburuan sosial di masyarakat dan memastikan keadilan.
Pendekatan yang berpihak pada masyarakat ini mencerminkan komitmen Pemkab Sidoarjo untuk menciptakan solusi lingkungan yang inklusif. Hal ini juga sejalan dengan prinsip-prinsip keadilan sosial, di mana beban pengelolaan fasilitas publik tidak hanya ditanggung oleh kelompok rentan.
Bupati Subandi mengingatkan bahwa persoalan sampah adalah isu bersama yang membutuhkan solusi kolektif. "Pengelolaan TPS ini bukan hanya tanggung jawab satu pihak, tetapi tanggung jawab bersama," ujarnya. Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya sinergi dan kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan terkait.
Dengan semangat gotong royong dan pendekatan yang humanis, diharapkan penataan TPS-3R Desa Terungkulon dapat berjalan optimal. Tujuan akhirnya adalah menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh warga Sidoarjo, serta membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews