Pemkab Pasaman Barat Salurkan Bantuan Beras CPPD 10,23 Ton untuk Korban Banjir
Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat telah menyalurkan total 10,23 ton bantuan beras Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) kepada ribuan korban banjir di wilayahnya, memastikan kebutuhan pangan terpenuhi.
Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, telah bergerak cepat menyalurkan bantuan kepada warganya yang terdampak bencana banjir. Sebanyak 2,39 ton beras Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) telah disalurkan pada 29 November. Bantuan ini merupakan respons tanggap darurat untuk memenuhi kebutuhan pangan para korban.
Penyaluran tahap awal ini menyasar tiga nagari yang paling membutuhkan di Kecamatan Kinali dan Kecamatan Pasaman. Langkah ini diambil untuk memastikan distribusi bantuan berjalan efektif. Upaya ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam penanganan bencana.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pasaman Barat, Ekadiana Oktavia, menyatakan bahwa penyaluran akan terus berlanjut. Total 10,23 ton beras CPPD akan didistribusikan dalam tahap pertama ini. Penyaluran ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat.
Distribusi Awal dan Rencana Penyaluran Lanjutan Bantuan Beras Pasaman Barat
Bantuan beras CPPD telah disalurkan ke tiga nagari terdampak banjir pada Sabtu malam, 29 November. Nagari Anam Koto Selatan di Kecamatan Kinali menerima 301 kilogram beras. Sementara itu, Nagari Katiagan di Kecamatan Kinali mendapatkan porsi terbesar dengan 1,48 ton beras.
Selain itu, Nagari Lingkuang Aua Hilia di Kecamatan Pasaman juga menerima 609 kilogram beras. Penyaluran ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat. Tujuannya adalah untuk memastikan ketersediaan pangan bagi korban bencana.
Ekadiana Oktavia menambahkan, penyaluran bantuan beras akan terus dilakukan pada Minggu, 30 November. Sebanyak 7,84 ton beras CPPD akan didistribusikan ke enam nagari lainnya. Ini menunjukkan upaya berkelanjutan dalam penanganan krisis pangan.
Enam nagari yang akan menerima bantuan tersebut meliputi Nagari Aia Gadang Barat (2,27 ton) dan Nagari Koto Sawah Ujung Gading (1,28 ton). Kemudian, Nagari Pematang Panjang (171,5 kilogram), Nagari Air Bangis (490 kilogram), Nagari Desa Baru Barat (1,52 ton), dan Nagari Desa Baru (2,09 ton) juga akan menerima bagian.
Total Penyaluran dan Kesiapan Logistik Bantuan Beras Pasaman Barat
"Total untuk tahap pertama ini sebanyak 10,23 ton," kata Ekadiana Oktavia. Jumlah ini mencakup seluruh bantuan beras yang telah dan akan disalurkan. Penyaluran ini merupakan respons cepat terhadap kondisi darurat.
Pihak Dinas Ketahanan Pangan akan memprioritaskan penyaluran tahap pertama ini. Jika nantinya kebutuhan di lapangan masih belum tercukupi, mereka akan meminta tambahan pasokan ke Bulog. Hal ini menunjukkan fleksibilitas dalam manajemen logistik bencana.
Berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), bencana alam banjir dan longsor melanda 11 kecamatan di Pasaman Barat. Kondisi ini menuntut respons cepat dan terkoordinasi dari seluruh pihak. Ketersediaan bantuan beras menjadi sangat krusial.
Ajakan Bersama dari Bupati Pasaman Barat
Bupati Pasaman Barat, Yulianto, menegaskan bahwa pihaknya terus mempercepat penyaluran logistik. Prioritas utama adalah memastikan bantuan segera sampai ke warga terdampak bencana alam. Koordinasi terus dilakukan untuk efisiensi distribusi.
Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bahu-membahu membantu korban bencana. "Mari bersama-sama membantu saudara kita menghadapi cobaan ini," ujarnya. Solidaritas menjadi kunci dalam menghadapi situasi sulit ini.
Ia berharap bencana ini dapat segera berlalu dan masyarakat dapat pulih kembali. Yulianto juga menyampaikan terima kasih atas bantuan dari berbagai pihak yang telah berkontribusi. Dukungan dari berbagai elemen sangat berarti.
Sumber: AntaraNews