Pemkab Jayawijaya Gencarkan Edukasi Jaga Kebersihan Lingkungan, Ajak Warga Pilah Sampah
Pemerintah Kabupaten Jayawijaya melalui DLH gencar mengedukasi warga tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan Jayawijaya dan memilah sampah untuk mencegah banjir di musim hujan.
Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat, mengimbau seluruh warganya untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan. Imbauan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari masalah sampah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Kabupaten Jayawijaya, dr. Idawati Waromi, pada Minggu (19/4), menekankan pentingnya edukasi pemilahan sampah. Warga diharapkan dapat memahami berbagai jenis sampah sebelum membuangnya ke tempat pembuangan sementara (TPS).
Langkah ini diambil mengingat wilayah Papua Pegunungan, khususnya Kabupaten Jayawijaya, kini memasuki musim hujan. Kesadaran akan kebersihan lingkungan menjadi krusial untuk mencegah dampak negatif seperti banjir akibat sampah yang menyumbat drainase.
Pentingnya Pemilahan Sampah untuk Lingkungan Lestari
dr. Idawati Waromi menjelaskan bahwa pengetahuan dasar mengenai pemilahan sampah sangat dibutuhkan. Hal ini bertujuan agar warga sadar dan merasa bertanggung jawab menjaga lingkungan sekitar. Edukasi ini diharapkan dapat mengubah kebiasaan masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga.
“Kami ingin memberikan edukasi kepada warga untuk mulai membiasakan membuang sampah pada tempatnya dan dapat memilah sampah,” kata dr. Idawati. Pemilahan sampah tidak hanya mengurangi volume sampah di TPS, tetapi juga mempermudah proses daur ulang.
Ia menambahkan, sampah tidak boleh dibuang begitu saja di satu tempat. Warga harus memilah mana sampah yang dapat didaur ulang dan mana yang tidak. Tempat sampah berdasarkan jenisnya pun telah disiapkan di berbagai tempat umum di Wamena.
Jenis sampah utama meliputi organik yang mudah terurai seperti sisa makanan dan daun. Sementara itu, anorganik sulit terurai seperti plastik, logam, dan kaca. Bahan berbahaya beracun (B3) memerlukan penanganan khusus, contohnya baterai bekas dan obat kedaluwarsa.
Edukasi Berkelanjutan di Musim Hujan
Seringkali, masih ada warga yang belum bisa membedakan antara sampah organik dan anorganik. Oleh karena itu, DLH Kabupaten Jayawijaya secara rutin turun ke lapangan. Mereka memberikan imbauan dan sosialisasi singkat mengenai jenis-jenis sampah kepada masyarakat.
Sosialisasi lingkungan ini sangat penting dilakukan, terutama saat ini wilayah Papua Pegunungan memasuki musim hujan. Musim hujan meningkatkan risiko terjadinya genangan air dan banjir jika sistem drainase tersumbat sampah.
“Masyarakat harus diingatkan sejak dini supaya mereka tidak lagi membuang sampah sembarangan,” tegas dr. Idawati. Sampah plastik, khususnya, menjadi perhatian karena dapat menyebabkan tersumbatnya drainase dan memicu banjir.
Sampah plastik tidak akan pernah bisa terurai dalam puluhan hingga ratusan tahun. Oleh karena itu, kesadaran kebersihan perlu untuk terus ditingkatkan demi lingkungan yang lebih baik dan bebas dari bencana banjir.
Sumber: AntaraNews