Pemkab Demak Salurkan Bantuan Padi Puso untuk 278 Hektare Lahan Terdampak Banjir
Pemerintah Kabupaten Demak bergerak cepat menyalurkan bantuan benih padi untuk petani yang lahannya mengalami puso akibat banjir. Total 278 hektare padi puso Demak terdampak di lima desa, meringankan beban petani.
Pemerintah Kabupaten Demak memastikan penyaluran bantuan benih padi bagi petani. Bantuan ini ditujukan untuk lahan pertanian yang mengalami puso akibat genangan banjir. Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak menginisiasi upaya ini. Petani di beberapa desa di Kecamatan Guntur akan menjadi penerima manfaat.
Bantuan difokuskan pada lima desa di Kecamatan Guntur, Demak, Jawa Tengah. Desa-desa tersebut meliputi Trimulyo, Tlogorejo, Sidoharjo, Bumiharjo, dan Turitempel. Kejadian puso ini merupakan hasil pengamatan sejak 3-7 April 2026. Bantuan benih padi telah didroping pada Minggu, 19 April 2026.
Banjir disebabkan oleh jebolnya tanggul Sungai Tuntang di Desa Trimulyo dan Sidoharjo. Curah hujan tinggi di hulu memicu lonjakan debit air sungai. Bantuan benih padi sebanyak 11 ton disediakan oleh BSIP Jateng. Laporan mengenai lahan puso telah disampaikan kepada pemerintah pusat.
Luas Lahan Terdampak dan Desa Prioritas Bantuan
Total 278 hektare tanaman padi di lima desa di Kecamatan Guntur mengalami puso. Desa-desa tersebut adalah Trimulyo, Tlogorejo, Sidoharjo, Bumiharjo, dan Turitempel. Lahan puso ini menjadi fokus utama penyaluran bantuan benih padi.
Desa Sidoharjo mencatat luas puso terbesar dengan 126 hektare. Kemudian disusul Desa Turitempel seluas 80 hektare dan Desa Trimulyo 35 hektare. Desa Tlogorejo dan Bumiharjo masing-masing terdampak 25 hektare dan 12 hektare.
Secara keseluruhan, 662 hektare tanaman padi di Kabupaten Demak terdampak banjir. Area ini tersebar di 11 desa yang berada di Kecamatan Guntur dan Karangtengah. Kecamatan Guntur menyumbang 451 hektare lahan terdampak, dengan 278 hektare di antaranya mengalami puso.
Penyebab Banjir dan Usia Tanaman Padi Puso
Bencana banjir yang merendam lahan pertanian di Demak dipicu oleh jebolnya tanggul Sungai Tuntang. Lokasi jebolnya tanggul berada di Desa Trimulyo dan Desa Sidoharjo. Kondisi ini diperparah oleh curah hujan tinggi di wilayah hulu sungai.
Lonjakan debit air Sungai Tuntang tidak mampu ditahan oleh tanggul. Akibatnya, air meluap dan menggenangi area persawahan warga. Peristiwa ini menyebabkan kerugian signifikan bagi petani padi puso Demak.
Usia tanaman padi yang terdampak banjir bervariasi, dari dua hari hingga 65 hari. Sementara itu, tanaman padi yang mengalami puso umumnya berusia antara tujuh hingga 20 hari. Varietas padi yang ditanam petani meliputi Inpari 32, 50, dan Ciherang.
Respons Cepat Pemerintah dan Bantuan untuk Petani
Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak telah melaporkan kondisi lahan padi puso kepada pemerintah pusat. Langkah ini diambil untuk memastikan adanya dukungan dan bantuan lebih lanjut. Respons cepat ini diharapkan dapat meringankan beban petani.
Sebagai langkah awal, bantuan benih padi sebanyak 11 ton telah diterima dari BSIP Jateng. Bantuan ini akan segera didistribusikan kepada petani yang terdampak. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak, Agus Herawan, menegaskan komitmen tersebut.
Penyaluran benih ini diharapkan membantu petani untuk segera melakukan penanaman kembali. Dengan demikian, kerugian akibat padi puso dapat diminimalisir. Pemerintah daerah terus berupaya mencari solusi jangka panjang untuk mitigasi banjir.
Sumber: AntaraNews