Pemilik Panti Asuhan Samuel: Saya siap dipancung
"Meninggalkan karena serangan panas, jangan konteksnya saya yang membunuh,” ujar Chemuel.
Chemuel, pemilik panti asuhan Samuel berdalih jika kekerasan sekaligus pelecehan seksual yang terjadi di panti miliknya adalah fitnah. Dia membantah jika telah melakukan kekerasan terhadap anak-anak di panti binaannya tersebut.
"Itu fitnah," katanya saat dihubungi melalui seluler, Senin (23/2).
Selain itu dia juga membantah soal pembiaran balita sakit hingga akhirnya meninggal dunia. "Meninggalkan karena serangan panas, jangan konteksnya saya yang membunuh,” ujarnya.
Untuk menegaskan alibinya, Chemuel mengaku siap dihukum pancung jika hal itu terbukti. "Saya siap dipancung, " katanya.
Namun pernyataan Chemuel justru berbanding terbalik. Henok (20), salah satu penghuni Panti Asuhan Samuel punya cerita lain. Dia bercerita kerap dimarahi dan kena pukulan.
Selain itu, selama menjadi penghuni panti tersebut Henok sering kali mendapat perlakuan kasar dan kekerasan serta caci maki. Henok juga mengaku kerap diusir ketika mengeluh jika disuruh kedua pemilik panti. Tak hanya itu, setiap hari dirinya hanya diberi makanan dengan menu mi instan.
"Caci maki setiap hari, diomel-omelin juga sering. Saya juga ditempeleng sama pemilik panti," kata Henok di LBH Mawar Sharon, Sunter, Jakarta Utara.
Baca juga:
Korban kekerasan Panti Asuhan di Tangerang diperiksa Polda Metro
Sejak berdiri pada 2001, ternyata Panti Asuhan Samuel ilegal
Di Panti Asuhan Samuel, salah sedikit ditempeleng
Para donatur curiga sejak awal kekejaman pemilik Panti Samuel
Di Panti Asuhan Samuel, anak-anak diberi makan mi & nasi basi