LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Pemerintah Diminta Perhatikan 3 Hal Ini Agar Pendidikan Berkualitas

Kota-kota besar di Indonesia tidak dapat menjamin kesetaraan pendidikan didapat warga dengan mudah. Direktur Deputi Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan (PSPK) Ivan Ahda mengatakan, masih banyak tugas besar yang patut dibenahi oleh pemerintah dalam memajukan pendidikan.

2021-01-27 15:56:18
Pendidikan
Advertisement

Memajukan sebuah pendidikan di satu negara membutuhkan tenaga luar biasa. Tugas semakin berat jika hak mendapat pendidikan tidak merata seperti di Indonesia.

Kota-kota besar di Indonesia tidak dapat menjamin kesetaraan pendidikan didapat warga dengan mudah. Direktur Deputi Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan (PSPK) Ivan Ahda mengatakan, masih banyak tugas besar yang patut dibenahi oleh pemerintah dalam memajukan pendidikan.

Sebagai organisasi mandiri penggerak dunia pendidikan, Ivan bercerita pengalamannya saat berkolaborasi dengan instansi pemerintah, pemerintah pusat ataupun pemerintah daerah.

Advertisement

Tidak jarang, ujar dia, pemerintah tidak melibatkan stakeholder masyarakat dalam menentukan kebijakan. Akibatnya, banyak kebijakan atau program pemerintah menimbulkan riuh di masyarakat.

Alih-alih mempercepat dunia literasi di pendidikan, waktu lembaga atau dinas terkait justru dihabiskan untuk meluruskan kebijakan yang telah dikeluarkan.

"Decision making process policy tidak smooth libatkan multi stakeholder masyarakat, kritik kebijakan seharusnya harus dibenahi dan revisi," kata Ivan saat mengisi pelatihan jurnalisme Pendidikan 2021 secara daring, Rabu (27/1).

Advertisement

Berkolaborasi dengan instansi pemerintah juga diakui Ivan tidak melulu lancar dikarenakan sewaktu-waktu adanya rotasi jabatan. Jelas, kata Ivan, situasi ini menjadi kendala organisasi yang dijalaninya.

Kebanyakan, kata Ivan, pejabat tidak kompeten dengan bidang masalah yang dijalani.

"Capacity. Seseorang bisa sewaktu-waktu dipindah dan sebenarnya banyak yang tidak kompeten. Jadi harus ada injeksi dengan bantu capacity building, bantu mentorship para ASN, lack of competent," tuturnya.

Puncaknya, minimnya latar belakang pemerintah mengalokasikan anggaran dengan biaya tertentu. Padahal, menurut Ivan perlu ada pertimbangan dasar antara nilai anggaran dengan program kegiatan.

"Saya tidak tahu prosesnya alokasi itu, seperti pandemi saat ini pemerintah membuat diskresi kebijakan alokasi anggaran ini dipindah ke sini, tapi manajemen masih sangat berantakan."

Baca juga:
Eks Wali Kota Padang Sebut Aturan Wajib Jilbab agar Anak-anak Tidak Dibully
Ajak Masyarakat Kembali ke Alam, Intip Keunikan Sekolah Paguyuban Sunda Hejo di Garut
Hasil Pemanfaatan Dana Otsus Papua dan Papua Barat Sektor Pendidikan Belum Memuaskan
Dilema Belajar Daring di Tengah Pandemi Covid-19
PGRI Soal Polemik Wajib Jilbab di SMKN 2 Padang: Aturan Harus Hormati Keberagaman
Polemik Wajib Jilbab di SMK 2 Padang, Ombudsman Nilai Aturan Diskriminatif

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.