LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA
  2. NASIONAL

PDNS Diretas, DPR Usul Bentuk Satgas hingga Pansus

Menurut Sukamta, DPR masih memiliki waktu hingga bulan Oktober mendatang.

Kamis, 27 Jun 2024 18:53:00
hacker
PDNS Diretas, DPR Usul Bentuk Satgas hingga Pansus (merdeka.com)
Advertisement

Menurut Sukamta, DPR masih memiliki waktu hingga bulan Oktober mendatang. 

Ilustrasi Gedung DPR/MPR © 2024 maverick

PDNS Diretas, DPR Usul Bentuk Satgas hingga Pansus

Anggota Komisi I DPR RI Sukamta mengusulkan dibentuk Satuan Tugas Nasional hingga Panitia Khusus (Pansus) buntut peretasan Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2.

Advertisement

Hal itu ia sampaikan dalam rapat kerja Komisi I DPR dengan Kominfo dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) membahas insiden peretasan tersebut.

Advertisement

"Supaya ringkas, tidak perlu 30 pertanyaan saya ungkap semua. Saya usul satu aja pak. Supaya dibentuk Satgas Nasional," kata Sukamta dalam ruang rapat Komisi I DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (27/6).


Sukamta menerangkan, nantinya Satgas itu tak boleh hanya diisi unsur pemerintah dalam hal ini Kominfo dan BSSN. Namun, unsur profesional seperti ahli, akademisi, dan juga dilibatkan.

Bahkan, jika perlukan, pada masa DPR periode akhir ini dibentuk panitia khusus. Menurutnya, DPR masih memiliki waktu hingga bulan Oktober mendatang.

"Kalau perlu nanti Komisi I sebagai say good bye, dari periode ini masih ada beberapa bulan lagi, kita buan pansus," ujar politikus PKS ini.

Sukamta menambahkan, kasus peretasan PDN merupakan masalah serius karena berkaitan dengan keamaman nasional. Jika dianggap enteng, ada yang salah dengan penyelenggaraan negara.

Advertisement


"Kalau negara kita tidak merasa perlu membentuk satgas dan tidak merasa bersalah, negara ini, atas kehilangan data ini, berarti ada yang sakit dengan penyelenggara negara," tutupnya.

Berita Terbaru
  • Takziah ke Rumah Jemaah Maros yang Wafat di Tanah Suci, Menhaj: Bentuk Penghormatan Terakhir
  • Petani Papua Dukung Program Cetak Sawah Rakyat untuk Penuhi Kebutuhan Pangan
  • ICRC Peringatkan: Ribuan Jenazah di Gaza Terancam Tak Teridentifikasi Permanen
  • Tifatul Sembiring Dorong Pengembangan Potensi Ekonomi Utara Indonesia: Pariwisata, Perdagangan, dan Jasa Jadi Prioritas
  • Inisiatif Penghematan Energi Jakarta Sukses Pangkas 60 Ton Emisi Karbon dalam Satu Jam
  • dpr
  • hacker
  • menkominfo
Artikel ini ditulis oleh
Editor Achmad Fikri Fakih Haq
M
Reporter Muhammad Genantan Saputra
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.