Pasutri di Bekasi Ditemukan Tewas dalam Rumah Kontrakan, Istri Terbungkus Selimut
Awal mula pasangan suami istri itu ditemukan tewas ketika tetangganya curiga karena pasangan muda tersebut tidak terlihat keluar kontrakan.
Warga Kampung Jati Warung Kobak RT01 RW01, Desa Pasirgombong, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi digegerkan dengan penemuan jasad pasangan suami istri (Pasutri) yang sudah membusuk di dalam rumah kontrakan, Selasa (25/2).
Jasad suami berinisial YM (25) ditemukan dengan posisi tergantung di dalam kamar mandi. Sedangkan DS, istrinya dtemukan sudah tak bernyawa di atas kasur terbungkus selimut.
Awal mula pasangan suami istri itu ditemukan tewas ketika tetangganya curiga karena pasangan muda tersebut tidak terlihat keluar kontrakan sejak Minggu (23/2). Tetangga korban kemudian meminta ke pemilik kontrakan untuk membuka pintu nomor C8.
"Jadi saya sebagai pemilik kontrakan saya mau buka bareng-bareng sama yang ngontrak gitu, setelah saya lihat ya itulah kejadiannya, ada mayat, bau, ya udah langsung lapor sama pak RT," kata Jaman (61), pemilik kontrakan.
Sayatan di Urat Nadi
Dia mengatakan, saat ditemukan kondisi korban DS berada di atas kasur terbungkus selimut dan masih berpakaian lengkap. Sedangkan YM, suaminya ditemukan dalam posisi gantung diri di dalam kamar mandi.
"Setahu saya suami istri, jadi dia itu ngontrak bareng, tapi istrinya jarang di sini, dia pulang, orang Sukatani dia, kalau lakinya kan orang Cipayung," ucap Jaman.
Kapolres Metro Bekasi Kombes Mustofa mengatakan, dari hasil pemeriksaan di TKP tidak ditemukan luka atau tanda-tenda bekas penganiayaan pada jasad DS. Sedangkan pada jasad YM, petugas menemukan luka sayatan di lengan kiri dan di pelipis.
“Kalau di pemeriksaan luar dari suami atau YM memang ditemukan ada sayatan di lengan kiri atau urat nadi dengan luka di pelipis, serta dalam kondisi korban tergantung, itu hasil pemeriksaan," katanya.
Dugaan sementara pasangan suami istri itu sudah tewas sejak dua hari lalu. Namun untuk memastikannya, kedua jasad tersebut dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramatjati untuk diautopsi.
"Yang jelas dari dua hari, karena dari hari Senin korban atau almarhum YM ini sudah tidak masuk kerja, jadi sementara kita akan melaksanakan autopsi terhadap kedua jenazah agar kita temukan penyebab kematian, apakah karena penganiayaan atau apa," tandasnya.