Parahnya Banjir Bekasi: RS dan Mal Kebanjiran, Jembatan Ambrol, Banyak Jalan Lumpuh Total
Yuni (21), salah satu pegawai tenant MBH nekat menerobos genangan banjir karena setelah ditunggu berjam-jam air tidak juga surut.
Sejumlah pegawai tenant Mega Bekasi Hypermall (MBH) harus bersusah payah agar bisa keluar dari kepungan banjir. Mereka terpaksa menerobos banjir usai menunggu berjam-jam, air malah semakin meningkat.
Banjir yang menggenangi MBH ini terjadi pada Selasa (4/3) sejak sekitar pukul 10.00 WIB. Hingga saat ini, ketinggian air yang menggenangi pusat perbelanjaan itu masih sekitar dua meter.
Yuni (21), salah satu pegawai tenant MBH nekat menerobos genangan banjir karena setelah ditunggu berjam-jam air tidak juga surut. Dia juga khawatir ketinggian air akan terus meningkat karena cuaca di Kota Bekasi masih mendung.
“Sudah nunggu lama tapi enggak surut, kayaknya malah naik airnya," katanya.
Yuni mengatakan, situasi di dalam basement MBH saat ini sudah sepi dan gelap. Beberapa barang dagangan seperti pakaian dan lainnya yang belum sempat diselamatkan ikut mengambang.
"Gelap, sepi juga, sudah pada di luar orang-orangnya, kalau dagangan ya yang bisa diselamatkan kita bawa, tapi kayaknya ada juga barang-barang yang ikut hanyut di dalam mal," ucapnya.
Peristiwa banjir yang merendam MBH sudah terjadi dua kali. Banjir yang merendam pusat perbelanjaan ini pertama kali terjadi pada 2020 lalu. Namun menurut Yuni banjir kali ini lebih parah ketimbang sebelumnya.
"Makin parah, iya lebih parah tahun ini, kalau tahun 2020 banjir tapi di dalam (mal) enggak sampai tinggi seperti sekarang," ungkapnya.
Kapolsek Bekasi Selatan Kompol Dedi Herdiana mengatakan, sekitar 700 unit toko yang berada di lantai basement BHM terendam banjir sejak sekira pukul 10.00 WIB. Hingga saat ini banjir di pusat perbelanjaan itu belum juga surut.
"Sekitar 700 unit toko yang ada di bawah tergenang, yang jelas di sekitar lantai dasar dan pakiran mal, kami koordinasi dengan manejemen, sementara (operasional mal) tutup," tandasnya.
Rumah Sakit Kebanjiran
Masih di Bekasi, RSUD dr Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi terendam banjir akibat luapan Kali Bekasi dan hujan deras yang mengguyur wilayah setempat, Selasa (4/3).
Dampaknya, pasien yang dirawat di gedung yang terendam banjir dievakuasi.Direktur RSUD dr Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi, Kusnanto Saidi mengatakan, ada tiga gedung rumah sakit yang terendam banjir. Yakni Gedung E, F dan C.
"Yang terdampak Gedung E dan F kemudian sebagian ke Gedung C , parkiran motor yang ada kantin, karena memang posisinya rendah dan di pinggir sungai," katanya.
Kusnanto mengatakan, banjir mulai menggenangi beberapa gedung rumah sakit sejak sekira pukul 03.30 WIB. Setelah itu pihaknya langsung mengevakuasi pasien yang berada di gedung yang terendam banjir.
"Kita pertama tentunya langsung safety didahulukan, pasien yang menggunakan ventilator dan lain-lain kita evakuasi ke gedung yang masih ada aliran listrik," ungkapnya.
Akibat banjir ini, lanjut Kusnanto, beberapa pelayanan tidak optimal. Namun dia memastikan kalau rumah sakit tersebut tetap beroperasi.
"Semua bisa operasional, tapi tentunya mengurangi kenyamanan pasien, seperti tidak diaktifkan lift-nya karena bawahnya direndam air, kemudian mungkin AC saat ini tidak menggunakan AC, (pelayanan rumah sakit) tidak normal seperti biasanya," ucapnya.
Pintu Tol Ditutup
PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) selaku pengelola Jalan Tol Jakarta-Cikampek atas diskresi kepolisian wilayah setempat melakukan pengalihan arus lalu lintas kendaraan yang akan menuju Kota Bekasi di Gerbang Tol Bekasi Barat. Hal ini akibat luapan Kali Bekasi yang menutupi Jalan Raya Pekayon Bekasi Barat.
"Tingkat curah hujan cukup tinggi dari tadi malam sehingga Kali Bekasi meluap dan mulai menggenangi wilayah sekitar. Kemudian luapan terus membanjiri hingga menutup Jalan Raya Pekayon," kata Senior Manager Representative Office 1 Amri Sanusi dalam keterangannya, Selasa (4/3).
"Imbas dari luapan ini menyebabkan penumpukan kendaraan di Jalan Ahmad Yani hingga akses Gerbang Tol Bekasi Barat Satelit," sambungnya.
Dalam rangka melakukan rekayasa lalu lintas tersebut, pihaknya juga menempatkan personel atau petugas serta memasang rambu-rambu rekayasa lalu lintas.
"Setelah mengetahui kejadian ini, kami segera melakukan upaya rekayasa lalu lintas sesuai dengan diskresi Kepolisian yaitu dengan mengalihkan kendaraan tujuan Kota Bekasi melalui Gerbang Tol Bekasi Timur. Selain itu kami juga menempatkan petugas dan memasang rambu-rambu pengalihan arus di sekitar KM 13 Gerbang Tol Bekasi Barat," ujarnya.
Ia mengungkapkan, hingga saat ini akses masuk dari arah Jakarta dan Cikampek menuju Kota Bekasi diberlakukan buka tutup situasional sesuai diskresi Kepolisian.
Sedangkan, untuk kondisi mainroad Jalan Tol Jakarta-Cikampek tujuan wilayah Cikampek dan sebaliknya masih dapat dilalui secara normal.
Jembatan Ambles
Jembatan di Jalan Kemang Pratama, Kelurahan Bojong Rawalumbu Kecamatan Rawalumbu Kota, Bekasi, Jawa Barat ambles akibat banjir. Insiden berdampak pada arus lalu lintas lantaran ruas jalan di kawasan tersebut ditutup total.
"Itu jembatan arah Kemang Pratama. Setelah jembatan itu ambrol sudah separuh lebih, tinggal ambruk semua," kata Kanit Lantas Polsek Rawa Lumbu, AKP Suradi saat dihubungi, Selasa (4/2).
Suradi menerangkan, jembatan ini merupakan penghubung antara Jatiasih, Pekayon, dan Perumahan Kemang Pratama. Namun, saat ini akses utama terputus. Karena itu, demi keamanan diberlakukan rekayasa lalu lintas. Adapun, jalur dari Pekayon diarahkan lurus ke Jatiasih.
Sementara itu, dari Jatiasih diarahkan lurus ke Pekayon.
"Lalu lintas saya tutup total sebelum jembatan, saya tutup total yang mengarah ke Kemang Pratama dialihkan baik kalau dari Pekayon kita luruskan lewat Jatiasih. Kalau yang dari Jatiasih kita luruskan mengarah ke Pekayon," tandas dia.
Meski akses utama terputus, warga di Perumahan Kemang Pratama masih bisa keluar lewat Jalan Siliwangi, samping Polsek Rawa Lumbu.
"Ada jalan lain nanti bisa keluarnya lewat Siliwangi samping Polsek Rawa Lumbu," ucap dia.