PAM Jaya Tunjukkan Komitmen Lingkungan Kuat dengan Andalkan Air Permukaan
PAM Jaya memperlihatkan Komitmen Lingkungan nyata dengan mengandalkan Waduk Jatiluhur dan sungai sebagai sumber air baku utama, menghindari eksploitasi air tanah demi keberlanjutan Jakarta.
PAM Jaya mengambil langkah strategis dengan menjadikan Waduk Jatiluhur dan 13 sungai sebagai sumber air baku utama. Keputusan ini menunjukkan keberpihakan perusahaan terhadap kelestarian lingkungan Jakarta.
Langkah ini diapresiasi oleh Koalisi Pemerhati Jakarta Baru (KATAR) melalui ketuanya, Sugiyanto, yang menilai PAM Jaya tidak hanya fokus pada pelayanan saat ini. Mereka juga memikirkan masa depan lingkungan Ibu Kota.
Pendekatan ini sejalan dengan upaya mencegah penurunan muka tanah dan kerusakan ekosistem yang selama ini menjadi persoalan serius di Jakarta akibat penggunaan air tanah berlebihan.
Keberpihakan PAM Jaya pada Lingkungan
Keputusan PAM Jaya untuk tidak melakukan pengeboran air tanah merupakan bukti nyata dari "green mindset" yang diusung oleh Direktur Utama Arief Nasrudin. Ini adalah langkah visioner untuk menjamin keberlanjutan layanan air bersih. Sugiyanto menegaskan bahwa kebijakan ini sangat relevan dengan kondisi Jakarta yang menghadapi penurunan permukaan tanah.
Dengan mengandalkan air permukaan, PAM Jaya secara langsung berkontribusi pada pencegahan kerusakan ekosistem dan penurunan muka tanah. Hal ini penting untuk menjaga keseimbangan lingkungan di wilayah perkotaan padat penduduk seperti Jakarta. Pendekatan ini dinilai sejalan dengan kebutuhan mendesak Jakarta untuk bertransformasi menjadi kota lebih ramah lingkungan.
Kombinasi antara "green mindset", penguatan infrastruktur, dan transformasi digital menempatkan PAM Jaya pada jalur yang tepat. Ini bertujuan mewujudkan layanan air bersih yang berkelanjutan, adil, dan berkualitas bagi seluruh warga Jakarta di masa mendatang.
Peran PAM Jaya dalam Kelestarian Hulu dan Sungai
Waduk Jatiluhur merupakan sumber utama air baku bagi PAM Jaya, sehingga logis jika perusahaan juga harus peduli terhadap kelestarian kawasan hulu. Ini termasuk daerah aliran sungai yang terhubung dengan Waduk Cirata dan Saguling. Tanggung jawab ini bukan hanya teknis, melainkan juga moral terhadap lingkungan.
Selain itu, PAM Jaya juga menunjukkan peran aktif dalam menjaga kualitas lingkungan 13 aliran sungai di Jakarta. Langkah ini memperkuat konsep "green mindset" yang tidak hanya berfokus pada distribusi air, tetapi juga pada keberlanjutan sumber daya alam secara menyeluruh.
Upaya menjaga kualitas sungai dan kelestarian hulu merupakan bagian integral dari komitmen PAM Jaya. Ini memastikan ketersediaan air baku yang bersih dan berkelanjutan bagi masyarakat Jakarta.
Peningkatan Layanan dan Visi Masa Depan
Di samping aspek lingkungan, Sugiyanto juga mengapresiasi kinerja PAM Jaya dalam meningkatkan cakupan layanan air bersih. Pencapaian ini menunjukkan bahwa komitmen terhadap lingkungan tidak menghambat, melainkan mendukung peningkatan kualitas pelayanan.
Sepanjang tahun 2025, PAM Jaya berhasil menambah sekitar 206.537 sambungan rumah, sehingga cakupan layanan mencapai 80,24 persen. Ini merupakan prestasi signifikan yang menjadi fondasi penting untuk mencapai target layanan 100 persen pada tahun 2029.
Meskipun tantangan infrastruktur masih besar, arah kebijakan PAM Jaya dinilai sudah benar dan konsisten. Hal ini memberikan optimisme terhadap terwujudnya akses air bersih yang merata dan berkelanjutan bagi seluruh warga Jakarta.
Sumber: AntaraNews