Pabrik Mainan dan Plastik di Medan Terbakar, Api Merembet Melahap 11 Rumah Warga
Kobaran api yang membesar merembet ke permukiman warga dan menyebabkan sedikitnya 11 rumah terdampak.
Kebakaran hebat melanda sebuah pabrik mainan dan plastik di Jalan Ladang, Kelurahan Kedai Durian, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Sabtu (20/6) malam. Kobaran api yang membesar merembet ke permukiman warga dan menyebabkan sedikitnya 11 rumah terdampak.
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Medan menerima laporan kebakaran sekitar pukul 20.35 WIB. Petugas damkar hingga Minggu (21/6) dini hari, masih berupaya memadamkan api yang belum sepenuhnya berhasil dikendalikan.
Sejumlah armada pemadam kebakaran terlihat hilir mudik memasuki lokasi untuk melakukan pendinginan dan mencegah api semakin meluas.
Petugas sempat mengalami kendala saat proses pemadaman akibat banyaknya warga yang berkerumun di sekitar lokasi kejadian. Meski telah berulang kali diimbau menjauh, warga kembali mendekati area kebakaran untuk menyaksikan peristiwa tersebut. Di bagian depan pabrik, kobaran api mulai berhasil dikendalikan setelah petugas menyemprotkan air selama beberapa jam.
Namun, api di bagian gudang masih terlihat membesar sehingga petugas yang masuk ke dalam area pabrik harus menggunakan perlengkapan khusus dan tabung oksigen karena tebalnya asap diduga berasal dari material plastik yang terbakar.
11 KK Terdampak
Camat Medan Johor, Bachtiar Nasution, mengatakan kebakaran turut berdampak pada rumah warga di kawasan Jalan Bangun Sari yang berada di belakang pabrik.
"Kami sudah mengimbau masyarakat untuk melakukan evakuasi. Ada 11 kepala keluarga yang terdampak di Jalan Bangun Sari," kata Bachtiar di lokasi kejadian.
Menurutnya, warga yang tinggal di sekitar pabrik sempat mengeluarkan barang-barang berharga dari rumah mereka karena khawatir api semakin meluas.
"Petugas damkar masih melakukan pemadaman di sejumlah titik rumah warga yang terdampak," ujar Bachtiar.
Bachtiar menjelaskan belum ada laporan korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Para pekerja pabrik disebut telah keluar dari lokasi sebelum api membesar.
"Kami masih menunggu hasil penyelidikan untuk mengetahui dugaan penyebab kebakarannya," tandasnya.