PA Batang Luncurkan 11 Inovasi Pelayanan, Perkuat Integritas dan Ramah Masyarakat
Pengadilan Agama Batang meluncurkan 11 Inovasi Pelayanan PA Batang untuk meningkatkan kualitas layanan, memperkuat integritas, dan menciptakan lingkungan peradilan yang lebih inklusif dan ramah masyarakat.
Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Batang, Jawa Tengah, baru-baru ini meluncurkan sebelas inovasi pelayanan publik. Langkah ini diambil sebagai upaya nyata untuk meningkatkan kualitas layanan, memperkuat integritas lembaga, serta menghadirkan lingkungan peradilan yang semakin ramah bagi masyarakat.
Wakil Ketua Pengadilan Agama Batang, Ahmad Sahrus Syidqi, menyatakan bahwa inovasi ini merupakan bagian dari komitmen lembaga. Tujuannya adalah untuk mewujudkan pelayanan peradilan yang modern, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Peluncuran inovasi ini juga menjadi wujud komitmen PA Batang dalam menciptakan lingkungan kerja yang bersih dari praktik korupsi dan gratifikasi. Selain itu, digitalisasi layanan diperluas guna memberikan kemudahan akses bagi seluruh lapisan masyarakat.
Digitalisasi dan Penguatan Integritas Lembaga
PA Batang terus berupaya melakukan pembenahan pelayanan melalui digitalisasi secara menyeluruh. Hal ini sejalan dengan komitmen untuk memperkuat budaya integritas di lingkungan kerja internal. Upaya ini diharapkan dapat menciptakan sistem yang lebih efisien dan akuntabel.
Salah satu langkah penting adalah pencanangan penerapan Sistem Manajemen Anti-Penyuapan (SMAP) secara mandiri. Program SMAP ini merupakan langkah lanjutan setelah Pengadilan Agama berhasil meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) pada tahun 2025.
Penerapan SMAP menunjukkan keseriusan PA Batang dalam menjaga kepercayaan publik dan memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar etika tertinggi. Ini juga menjadi bukti nyata komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas.
Layanan Inklusif dan Ramah Masyarakat
Selain inovasi berbasis teknologi, PA Batang juga menghadirkan layanan yang lebih inklusif dan memperhatikan kebutuhan spesifik masyarakat. Salah satunya adalah program Weekend Court. Program ini menyediakan layanan khusus pada Sabtu minggu pertama setiap bulan.
Weekend Court diperuntukkan bagi masyarakat yang ingin mengambil produk pengadilan, seperti salinan putusan maupun penetapan, secara manual. Layanan ini memungkinkan masyarakat untuk mengurus keperluan tanpa harus mengganggu aktivitas kerja pada hari biasa.
Sebagai bentuk pelayanan yang lebih inklusif, PA Batang juga menyediakan fasilitas ramah anak dan ibu. Fasilitas ini meliputi ruang bermain anak serta ruang laktasi yang nyaman bagi ibu hamil maupun ibu menyusui. Ini menunjukkan perhatian terhadap kenyamanan seluruh pengunjung.
PA Batang juga bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana. Kolaborasi ini menghadirkan ruang aman bagi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilengkapi layanan pendampingan psikologis gratis setiap hari Kamis.
Apresiasi dan Dampak Positif dari Pemerintah Daerah
Bupati Batang, Faiz Kurniawan, turut mengapresiasi inovasi yang diluncurkan oleh PA Batang. Menurutnya, pelayanan publik tidak hanya diukur dari kecepatan administrasi semata. Lebih dari itu, kenyamanan masyarakat saat menerima layanan juga menjadi faktor penentu kualitas.
Lingkungan pelayanan yang nyaman akan memberikan dampak positif signifikan bagi masyarakat yang datang. Hal ini terutama bagi mereka yang ingin menyelesaikan berbagai persoalan hukum maupun administrasi. Kenyamanan menciptakan pengalaman yang lebih baik.
Bupati Faiz Kurniawan menegaskan, "Bagaimana masyarakat masuk ke kantor pemerintah tidak hanya mendapatkan pelayanan yang baik tetapi juga merasa aman, dan nyaman. Itu adalah bagian dari kualitas pelayanan publik." Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya aspek humanis dalam pelayanan publik.
Fasilitas seperti ruang bermain anak dan ruang laktasi menunjukkan bahwa pelayanan publik kini semakin memperhatikan aspek kemanusiaan. Bupati menilai, "Ruang bermain anak dan tempat ibu menyusui ini bukan sekadar fasilitas. Saya melihat ada harapan besar bahwa tempat kerja bisa menjadi lebih manusiawi, lebih peduli, dan lebih baik."
Sumber: AntaraNews