Ondel-ondel Meriahkan Pawai Tarhib Ramadhan di Cikarang, Sambut Bulan Suci Penuh Sukacita
Kesenian ondel-ondel khas Betawi turut menyemarakkan pawai obor Tarhib Ramadhan 1447 Hijriah di Cikarang, Kabupaten Bekasi, menjadi tradisi yang dinanti warga dalam menyambut bulan penuh berkah.
Ratusan warga, mulai dari anak-anak hingga dewasa, memadati Jalan RE Martadinata di Desa Karang Baru, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, pada Senin (16/2) untuk mengikuti pawai obor. Kegiatan ini merupakan bagian dari Tarhib Ramadhan 1447 Hijriah, sebuah tradisi tahunan yang digelar untuk menyambut datangnya bulan suci. Kehadiran kesenian tradisional ondel-ondel khas Betawi menambah semarak suasana pawai ini, menarik perhatian ribuan pasang mata di sepanjang rute.
Pawai obor ini menjadi momentum yang sangat dinanti-nantikan oleh masyarakat setempat sebagai bentuk ungkapan kebahagiaan dan syukur. Imran, salah seorang peserta pawai, mengungkapkan kegembiraannya karena masih dipertemukan kembali dengan bulan Ramadhan tahun ini. Ia menegaskan bahwa partisipasi dalam tradisi ini adalah bagian dari cara mereka menyambut bulan penuh berkah dengan suka cita dan kebersamaan.
Acara yang mengambil rute dari Masjid Al Hikmah dan melintasi Jalan RE Martadinata sebelum kembali ke titik awal ini tidak hanya sekadar pawai. Ketua Panitia Pawai, Iyan Sofyan, menjelaskan bahwa kegiatan ini juga bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar sesama warga Desa Karang Baru. Persiapan matang telah dilakukan, termasuk koordinasi rute dan pengamanan, demi kelancaran acara.
Kemeriahan Ondel-ondel dan Antusiasme Warga Sambut Ramadhan
Kesenian ondel-ondel menjadi daya tarik utama dalam pawai Tarhib Ramadhan tahun ini, memberikan sentuhan budaya Betawi yang kental di tengah masyarakat Cikarang. Penampilan atraksi dan tarian ondel-ondel yang diiringi musik tradisional berhasil memukau warga yang memadati jalanan. Kehadiran ondel-ondel ini secara signifikan menambah semarak arak-arakan pawai obor.
Ratusan peserta pawai, dari berbagai usia, menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti setiap rangkaian acara. Mereka berjalan kaki dengan obor menyala, menciptakan pemandangan indah yang merefleksikan semangat kebersamaan. Imran, salah satu peserta, menyatakan bahwa ia selalu ikut serta setiap tahun karena ini adalah bentuk kebahagiaan menyambut Ramadhan.
Sepanjang rute pawai, masyarakat sekitar turut menyaksikan dengan penuh sukacita, mengabadikan momen-momen indah tersebut. Interaksi antara peserta pawai dan penonton menciptakan atmosfer kehangatan dan kebersamaan yang kuat. Tradisi ini secara efektif menjadi ajang silaturahmi yang mempertemukan berbagai lapisan masyarakat.
Makna Tradisi dan Persiapan Matang Pawai Tarhib Ramadhan
Iyan Sofyan, Ketua Panitia Pawai, menegaskan bahwa agenda tahunan ini memiliki makna lebih dari sekadar perayaan. Pawai obor Tarhib Ramadhan ini adalah bentuk ungkapan syukur dan rasa bahagia yang mendalam dalam menyambut bulan suci. Motivasi utama penyelenggaraan acara ini adalah untuk menghidupkan semangat Ramadhan di tengah-tengah masyarakat.
Persiapan untuk kegiatan akbar ini dilakukan secara intensif selama tiga hari, melibatkan berbagai aspek penting. Koordinasi rute pawai menjadi prioritas, memastikan kelancaran dan keamanan seluruh peserta. Selain itu, panitia juga mempersiapkan properti penting seperti obor dan memastikan kesiapan grup kesenian ondel-ondel yang akan tampil.
Untuk menjamin keamanan dan ketertiban selama acara berlangsung, panitia telah berkoordinasi erat dengan aparat setempat. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa seluruh kegiatan pawai dapat berjalan aman, tertib, dan terkendali tanpa hambatan. Kolaborasi ini menunjukkan komitmen panitia terhadap kesuksesan acara yang dinanti-nantikan.
Sumber: AntaraNews