Nestapa Pedagang Bendera Merah Putih, Omzet Turun hingga Ramai soal One Piece
Sedari awal bulan Agustus, pernak pernik merah putih sebagai simbol bendera RI telah menghiasi jalanan Jakarta.
Agustus merupakan bulan kemerdekaan bagi Republik Indonesia. Tahun ini, RI akan memasuki usia yang sangat matang di tanggal 17 Agustus 2025 mendatang, yakni 80 tahun.
Sedari awal bulan Agustus, pernak pernik merah putih sebagai simbol bendera RI telah menghiasi jalanan Jakarta. Salah satunya di Pasar Bali Mester Jatinegara, Jakarta Timur.
Menurut Urip, salah satu penjual bendera yang berada di Pasar Mester, Jakarta Timur. Sayangnya, hampir sepekan ia berjualan bendera merah putih, tahun ini mengalami penurunan dibanding tahun-tahun sebelumnya.
"Tahun ini sekarang penjual bendera pada penurun sih. Ya, udah masuk bulan 7 saja sudah mulai ramai sih (tahun sebelumnya)," kata Urip saat berbincang dengan merdeka.com di lapak jualannya, Jakarta, Senin (4/8).
Karena, biasanya sudah memasuki akhir bulan Juli hingga awal bulan Agustus sudah mendapatkan pemasukan atau omzet yang cukup tinggi. Namun, berbeda dengan tahun 2025 ini yang adanya penurunan omzet.
Bahkan, sudah tinggal dua pekan lagi merayakan hari kemerdekaan. Dirinya hanya baru menjual 3 pcs sehari, namun tidak setiap hari hal itu terjadi.
"Iya, sekarang tanggal 27 sampai tanggal 31 ya menurun omsetnya. Enggak kayak tahun kemarin. Pengaruhlah gara-gara one peace ini," ujarnya.
"Omsetnya menurun, kayak tahun-tahun yang lalu. Enak penjualannya. Iya, pokoknya awal dari tanggal 27, bulan 7 tuh udah mulai ramai. Pengaruh banget sih," sambungnya.
Dengan adanya penurunan penjualan tersebut, saat ini Urip lebih banyak berdiam diri daripada menjual barang dagangannya dengan berkeliling. Barang Dagangannya dibanderol mulai dari harga Rp11.500.
Penjualan Online
Tak hanya karena fenomena bendera one peace saja, turunnya pemasukan ini juga maraknya pedagang online atau menjual dagangannya itu secara daring melalui suatu aplikasi berbelanja.
Sehingga, untuk uang modal sebesar Rp30 juta yang dikeluarkan oleh Urip belum diungkapkannya belum kembali. Bahkan, belum ada separuh dari uang itu masuk ke kantongnya.
Meski begitu, Urip yang sudah 10 berjualan ini ingin agar masyarakat bisa mengibarkan bendera pusaka itu pada hari kemerdekaan nanti.
"Untuk masyarakat lah. Supaya pada masang bendera kan, kita kan warga Indonesia. Harus wajib lah. Sang merah putih gitu benderanya. Kalau bendera one peace itu bendera apaan itu kan," tegasnya.
"Iya, ini kan suci kan kalau bendera merah putih kan, bendera merah putih kan. Ini dari awalnya Pak Karno lah," tambahnya.
Senada dengan Urip, pedagang bendera lainnya yaitu Wawan juga mengaku sepi pembeli pada tahun ini. Bukan karena ramainya bendera one peace, melainkan juga banyaknya pedagang online.
"Kalau omset sih turun drastis ya, dari tahun lalu sampai sekarang ada 50% lah. (Tahun kemarin) Sudah rame. Kalau laku sih, enggak tahu ya berapa, enggak ngitung-ngitung. 10 kayaknya belum dapet," ujar Wawan.
Meski setiap tahunnya mengalami penurunan, ia memastikan pada tahun 2025 ini dinilai yang paling drastis.
Bahkan, untuk tahun kemarin Wawan bisa menjual lebih dari 20 pcs bendera. Jumlah itu terhitung sejak akhir bulan Juli hingga awal Agustus.
Meski begitu, Wawan yang sudah berjualan sejak 2014 ini pun tidak bisa memaksa seseorang untuk membeli bendera dagangan hingga pengibaran. Karena, menurutnya itu sudah menjadi kebebasan setiap orang.
"Sebenernya enggak ada masukan apa-apa sih, mereka kan bebas ngabarin bendera apa aja. Apalagi sekarang ekonomi rakyat kecil itu makin susah," ungkapnya.
"Ya harapannya sih ke depannya mudah-mudahan ekonomi itu makin menguat, ya kayak kita yang jualan offline, terus kayak pasar-pasar sekarang kan pasar keliatan lah ya sepi, enggak kayak kemarin-kemarin, tahun kemarin kan rame," tambahnya.
Tukang Parkir
Sepinya pembeli pun juga diamini oleh salah satu tukang parkir bernama Farhan. Biasanya memasuki akhir bulan Juli, motor yang terparkir di tempat ia berjaga sudah ramai dan menyasar ke para pedagang bendera.
Hal itu kini tidak terulang kembali pada tahun 2025 ini. Sehingga, adanya penurunan drastis terhadap daya beli masyarakat di lokasi itu.
"Akhir Juli juga ada sudah ada, lumayan lah tahun-tahun kemarin. Nah sekarang akhir bulan aja sudah enggak ada tanda-tanda sampai ke awal bulan kan. Ya maksudnya berarti kan ya kayak turun drastis lah gitu penghasilan," papar Farhan.
Bener, banyak nganggurnya sudah dibanding kerjanya kebanyakan duduk, ngerokok," tambahnya.
Lingkungan RT di Cempaka Putih Barat
Meski tengah ramai soal bendera one peace, hal ini tidak mempengaruhi warga yang tinggal di kawasan Cempaka Putih Barat, Jakarta Pusat.
"Oh, kalau saya sih engak mau terlalu, karena saya RT ya. Saya mau ikut tertib aja, saya pemerintah aja sih. Dipastkkan masang, RT 8, RW 2, Cempaka Putih Barat," ujar Wawan, Ketua RT 8 usai membeli bendera merah-putih.
Bahkan, tanpa adanya imbauan darinya selaku ketua RT. Warganya itu sudah langsung memasang bendera merah-putih dan bukan bendera one peace.
Sehingga, ia pun menyakini jika warganya itu akan tetapi memasang bendera merah-putih dan bukan bendera one peace.
"Tanpa imbauan sih warga saya sudah ngerti gitu loh kalau ini dilarang, karena awalnya kan sebelum rame kan belum ada larangan kan? Kemudian kan ada larangan dari anggota DPR kan? Iya Ya, tertib sendiri sih," pungkasnya.