Negara Berikan Rumah Subsidi buat Keluarga Korban Tewas Kericuhan Demo Termasuk Affan Kurniawan
Maruarar mengatakan 10 korban meninggal akibat kerusuhan di sejumlah daerah akan mendapatkan bantuan rumah dari Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait bersama Menteri Dalam Negeri Jenderal (Purn) Tito Karnavian menyerahkan bantuan empat rumah kepada keluarga korban meninggal akibat kerusuhan pada 29 Agustus 2025. Maruarar mengatakan 10 korban meninggal akibat kerusuhan di sejumlah daerah akan mendapatkan bantuan rumah dari Presiden Prabowo Subianto.
"Sepuluh-sepuluhnya (dapat bantuan rumah), karena Pak Presiden begitu perhatian. 10-10-nya akan dapat," ujarnya kepada wartawan di Perumahan Grand Sulawesi, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Kamis (11/9).
Meski demikian, Maruarar mengaku masih akan meneliti kualitas rumah yang akan diberikan kepada korban kerusuhan. Hal itu dilakukan, agar bantuan rumah bisa ditempati dengan baik.
"Tentu kami teliti bukan sekarang saja, tapi juga sebelumnya sudah kami teliti, karena kami sangat berkeinginan, atas saran Presiden untuk menyiapkan rumah subsidi yang layak huni, yang berkualitas," tuturnya.
Untuk bantuan rumah kepada 4 keluarga korban meninggal kerusuhan di Makassar, Maruarar menilainya sudah sangat layak huni. Maruarar mengaku sudah mengecek kualitas bangunan rumah mulai dari tembok sampai kondisi dapur.
"Kami berkeyakinan perumahan ini dan rumah yang diberikan adalah rumah yang layak huni dan berkualitas. Kita boleh cek ke belakang lagi," kata dia.
Rumah Subsidi buat Affan Kurniawan
Maruarar menambahkan pemerintah juga sudah memberikan bantuan rumah subsidi kepada keluarga Affan Kurniawan yang meninggal akibat terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob.
"Kita sudah menyiapkan satu ini, yang pertama kan minggu lalu buat Pak Affan di Bogor. Kemudian hari ini ada 4 di Makassar. Kita juga siapkan di Solo, Semarang, dan Manokwari. Kita siapkan lebih dari sepuluh," ucapnya.
Sementara Mendagri Tito Karnavian menambahkan bantuan rumah subsidi kepada keluarga korban meninggal akibat kerusuhan merupakan arahan dari Presiden Prabowo Subianto. Ia mengatakan Kementerian PKP bekerja sama dengan Kemendagri karena memiliki data.
"Bapak Presiden sebagai kepala negara, menugaskan Pak Menteri Perumahan bekerja sama dengan kami, karena kami punya data-datanya," kata dia.
Tito mengaku sudah membentuk tim untuk menjajaki tempat-tempat yang akan menjadi lokasi bantuan rumah kepada keluarga korban kerusuhan.
"Seperti yang saya sampaikan, tidak bisa menggantikan yang sudah wafat. Tapi negara peduli dan turut berduka. Insya Allah bisa meringankan," pungkasnya.
Sekadar diketahui, kerusuhan yang terjadi pada 29 Agustus 2025, menyebabkan dua gedung DPRD yakni Sulsel dan Makassar hangus terbakar. Selain itu, kerusuhan juga menyebabkan empat orang meninggal dunia yakni Muh Akbar Basri, Syaiful Akbar, Sarinawati, dan Rusdamdiansyah.