Miris, Ibu Gendong Jenazah Anak dari Bandung ke Garut
Mereka datang untuk meminta bantuan polisi meminjamkan ambulans dan memberikan pengawalan menuju Tasikmalaya.
Sejumlah petugas di Pos Pengamanan Terpadu Kadungora, Garut, Jawa Barat, dikejutkan oleh kedatangan sepasang suami istri yang datang sambil menangis dan menggendong jenazah anak mereka, Jumat (4/4) malam.
Mereka datang untuk meminta bantuan polisi meminjamkan ambulans dan memberikan pengawalan menuju Tasikmalaya. Anak mereka, Andriansyah (2) dinyatakan meninggal dunia di salah satu klinik di wilayah Kabupaten Bandung dan harus segera dibawa pulang ke rumah duka.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Garut, Iptu Aang Andi Suhandi menjelaskan, saat itu para petugas sedang beristirahat sejenak untuk menunaikan salat Magrib setelah mengatur arus lalu lintas di jalur Kadungora–Leles yang tengah padat.
“Pada saat para petugas sedang rehat sejenak untuk melaksanakan ibadah Salat Magrib di Pos Terpadu, tiba-tiba datang sebuah kendaraan pribadi. Lalu seorang ibu sambil membawa jenazah anaknya bersama suaminya turun dari mobilnya sambil menangis sendu meminta pertolongan kepada petugas di sana,” kata Aang.
Ingin Pulang ke Tasikmalaya
Awalnya petugas mengira keduanya sedang mengantar pemudik dalam kondisi kritis yang membutuhkan bantuan medis. Namun setelah dijelaskan, ternyata keduanya membawa jenazah anak mereka yang ingin segera dikebumikan di Tasikmalaya.
Aang mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima, anak tersebut sebelumnya menjalani operasi dan kondisinya membaik. Kedua orang tuanya pun memutuskan untuk membawanya bersilaturahmi ke Kabupaten Sumedang. Namun di tengah perjalanan, kondisi anak itu mendadak menurun.
“Namun di tengah perjalanan kondisinya yang masih dalam gendongan tiba-tiba drop lalu dibawa ke dua klinik dan keduanya menyatakan bahwa anaknya telah meninggal dunia,” ungkap Aang.
Dalam kepanikan, sang ibu terus menggendong jenazah anaknya dari Parakan Muncang hingga tiba di Kadungora, Garut. Setibanya di Pos Terpadu Kadungora, mereka meminta bantuan kepada petugas.
“Kebetulan di Pos Terpadu Kadungora memang ada ambulans sehingga kami pun langsung merespon permintaan tersebut, termasuk memberikan pengawalan,” ujar Aang.
Operasi Ketupat 2025
Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan bagian dari Operasi Ketupat Lodaya 2025 yang berfokus pada pelayanan kemanusiaan selama arus mudik dan balik Lebaran.
“Operasi Ketupat Lodaya 2025 ini adalah operasi kemanusiaan, sehingga tentunya apa yang kami lakukan ini untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” lanjutnya.
Aang memastikan jenazah Andriansyah telah tiba dengan selamat di rumah duka bersama kedua orangtuanya di Tasikmalaya. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu menghubungi polisi jika membutuhkan bantuan, kapan pun dan di mana pun.
“Selama operasi ini atau pun setelahnya, apabila masyarakat membutuhkan bantuan bisa menghubungi kantor polisi terdekat. Sesuai dengan arahan bapak Kapolri, polisi hadir untuk masyarakat,” pungkasnya.