Minat Tinggi, Penerimaan Siswa Baru SMAN 3 Sorong Capai 636 Pendaftar
Proses Penerimaan Siswa Baru SMAN 3 Sorong menarik perhatian ratusan calon peserta didik, jauh melebihi daya tampung sekolah yang terbatas.
SMAN 3 Kota Sorong di Papua Barat Daya menghadapi lonjakan minat calon peserta didik pada tahun ajaran 2026. Sebanyak 636 pendaftar tercatat dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) sekolah tersebut. Pendaftaran ini jauh melampaui kapasitas daya tampung sekolah yang hanya mampu menampung 396 siswa.
Kepala SMAN 3 Kota Sorong, Natali Lapik, menjelaskan bahwa proses pendaftaran telah berlangsung serentak pada 17-18 Juni 2026. Dari total pendaftar, 478 calon peserta didik telah berhasil menyelesaikan tahap verifikasi data. Situasi ini menimbulkan potensi adanya sekitar 80 calon siswa yang tidak dapat tertampung.
Seleksi Penerimaan Siswa Baru SMAN 3 Sorong dilakukan secara ketat sesuai dengan Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025 dan petunjuk teknis dari Dinas Pendidikan. Pengumuman hasil seleksi dijadwalkan pada 24 Juni 2026. Masyarakat diharapkan dapat menerima hasil keputusan yang telah sesuai dengan aturan berlaku.
Ketatnya Persaingan dan Daya Tampung Terbatas
Daya tampung SMAN 3 Kota Sorong terbatas pada 11 rombongan belajar (rombel) atau setara dengan 396 siswa. Kapasitas ini disesuaikan dengan jumlah rombel yang lulus pada tahun ajaran sebelumnya. Pembatasan ini memastikan kualitas pembelajaran tetap terjaga. Setiap rombel juga dibatasi maksimal 36 siswa, sesuai ketentuan pemerintah yang berlaku.
Kepala sekolah, Natali Lapik, mengungkapkan bahwa tingginya minat masyarakat untuk bersekolah di SMAN 3 Kota Sorong tidak selalu sebanding dengan jumlah peserta yang memenuhi persyaratan. Hal ini terutama terjadi pada jalur prestasi yang menerapkan standar nilai cukup tinggi untuk memastikan kualitas input siswa. Sekolah tetap berpegang teguh pada aturan yang berlaku dalam setiap tahapan seleksi.
Pihak sekolah berharap siswa yang tidak tertampung tetap semangat dan dapat melanjutkan pendidikan di sekolah lain. Termasuk juga sekolah swasta yang mungkin masih memiliki daya tampung yang memadai. Yang terpenting adalah semangat untuk terus belajar dan mengembangkan potensi diri di mana pun mereka berada.
Beragam Jalur Penerimaan Siswa Baru SMAN 3 Sorong
Proses Penerimaan Siswa Baru SMAN 3 Sorong dilakukan melalui empat jalur utama yang telah ditetapkan. Jalur domisili menyumbang 35 persen dari total kuota penerimaan. Jalur prestasi dan jalur afirmasi masing-masing sebesar 30 persen dari kuota yang tersedia. Sementara itu, jalur mutasi orang tua memiliki kuota terkecil, yakni 5 persen.
Pada jalur domisili, sekolah memberikan prioritas kepada Orang Asli Papua (OAP) dengan komposisi 60 persen dari kuota jalur tersebut. Ini merupakan bentuk keberpihakan terhadap masyarakat lokal. Sementara itu, 40 persen sisanya diperuntukkan bagi non-OAP, memastikan kesempatan yang adil bagi semua calon siswa sesuai domisili.
Jalur prestasi mengakomodasi siswa dengan capaian akademik maupun nonakademik yang memenuhi syarat ketat. Untuk prestasi akademik, calon siswa dari sekolah besar minimal harus masuk peringkat 10 besar di sekolah asalnya. Sedangkan dari sekolah dengan jumlah siswa lebih sedikit, dapat berasal dari peringkat tiga besar untuk menjaga standar.
Prestasi nonakademik memerlukan sertifikat yang telah dikurasi dan terverifikasi secara nasional. Hal ini bertujuan agar prestasi yang dimiliki benar-benar dapat dipertanggungjawabkan dan diakui. Jalur afirmasi diperuntukkan bagi peserta didik pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP), Program Keluarga Harapan (PKH), serta anak berkebutuhan khusus sesuai kuota yang telah ditetapkan pemerintah. Jalur mutasi mensyaratkan adanya perpindahan tugas orang tua dengan masa perpindahan maksimal tiga tahun, sebagai bentuk dukungan bagi keluarga yang berpindah domisili.
Sumber: AntaraNews