Merangkap jadi kurir sabu, anggota TNI AD OKU ditangkap polisi
Di tengah transaksi, anggota Subdit III Narkoba Polda Sumsel tiba di lokasi, mereka lalu menggerebek Eko dan Prada WS.
Seorang anggota TNI Angkatan Darat (AD) yang bertugas di Puslatpur Baturaja Ogan Komering Ulu (OKU), Sumsel berinisial Prada WS diciduk Subdit III Ditres Narkoba Polda Sumsel lantaran tertangkap tangan sedang mengirim paket sabu ke pelanggannya di Baturaja, Kamis (24/10). Dia ditangkap serentak dengan rekan transaksinya Eko Aliansyah (30), honorer di Badan Pengendalian Lingkungan Daerah (Bapeltu) OKU.
Dari tangan keduanya, polisi menyita dua paket sabu besar yang dibungkus dengan kertas senilai Rp 11 juta. Prada WS dikabarkan sudah diserahkan ke Denpom Kodam II Sriwijaya untuk diproses hukum. Sementara Eko digiring ke Mapolda Sumsel. Tersangka Eko mengaku disuruh oleh seorang rekannya untuk mengambil sabu dari Prada WS. Karena sudah mengenal dekat dengan WS, Eko bersedia melakukan perintah tersebut.
"Sebelum transaksi sabu, saya sudah bertemu dengan dia (Prada WS) di rumah. Saat itu tidak ada pembicaraan soal sabu. Barulah pertemuan kedua, kami transaksi sabu," ungkap Eko di Mapolda Sumsel, Senin (27/10).
Di tengah transaksi, anggota Subdit III Ditres Narkoba Polda Sumsel tiba di lokasi. Mereka lalu menggerebek Eko dan Prada WS. Keduanya tak mampu mengelak dari penangkapan. "Saya cuma disuruh oleh HR (DPO). Katanya mau diupah setelah mengambil sabu itu," kata beranak dua ini.
Direktur Ditres Narkoba Polda Sumsel, Kombes Pol Deddy Setyo melalui Kasubdit III Kompol Richard B Pakpahan, membenarkan penangkapan itu. Namun, untuk kebenaran adanya anggota TNI AD yang ditangkap, Richard enggan berkomentar. "Mereka ditangkap serentak. Tapi adanya anggota TNI AD yang turut ditangkap langsung saja konfirmasi ke Kodam II Sriwijaya," kata Richard.
Sementara itu, Kapendam II Sriwijaya Kolonel Afianto mengaku belum mengetahui adanya anggota TNI AD yang ditangkap karena membawa sabu. "Nanti saya cek dulu. Sebelumnya, silahkan konfirmasi ke aparat kepolisian," kata Afianto saat dihubungi melalui ponselnya.
Baca juga:
Bawa sabu, anggota polisi nakal di Deli Serdang disergap
Bang Pin, dedengkot bandar pernah loloskan 7 ton ganja
BNN pastikan truk yang diamankan di Riau mengangkut 8 Ton ganja
BNN akui pengawasan narkoba di Riau masih lemah
Sebelum ditangkap, truk muatan 18 ton ganja sempat dikuntit BNN
Truk pengangkut 18 ton ganja ditangkap di perbatasan Sumut-Riau
BNN Riau sita truk Fuso berisi 17 ton ganja