Menteri PPPA Tegaskan Peran Perempuan Penting untuk Cetak Generasi Unggul
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi menyoroti vitalnya peran perempuan dalam membentuk generasi penerus yang unggul dan berkualitas, khususnya dalam peringatan Harlah ke-80 Muslimat NU.
Yogyakarta – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Arifatul Choiri Fauzi, menekankan pentingnya peran perempuan dalam melahirkan generasi penerus yang unggul dan berkualitas. Pernyataan ini disampaikan dalam sambutan pada Hari Lahir (Harlah) ke-80 Muslimat NU di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Minggu (12/4).
Menteri Arifatul menegaskan bahwa perempuan mempunyai peran yang sangat penting dan strategis dalam membentuk masa depan bangsa. Peran ini tidak hanya terbatas pada lingkup domestik, tetapi juga dalam skala yang lebih luas untuk kemajuan peradaban. Muslimat NU sendiri selama ini telah melakukan layanan terbaik untuk menyelesaikan persoalan-persoalan di tingkat akar rumput.
Menurutnya, di tangan perempuan lah anak-anak dididik bagaimana saling cinta, saling mencintai kedamaian, serta menanamkan akhlakul karimah. Hal ini akan melahirkan generasi yang unggul dan berkualitas. Oleh karena itu, tema Harlah Muslimat NU tahun 2026, "Merawat Tradisi, Menguatkan Kemandirian, dan Meneduhkan Peradaban", sangatlah tepat dan relevan.
Fondasi Keluarga: Perempuan Pembentuk Karakter Bangsa
Menteri Arifatul Choiri Fauzi menegaskan bahwa perempuan memiliki peran yang sangat penting dan strategis. Peran ini krusial dalam melahirkan generasi unggul dan berkualitas bagi masa depan bangsa. Di tangan perempuan, anak-anak dididik untuk saling mencintai kedamaian dan menanamkan akhlakul karimah.
Pendidikan nilai-nilai luhur ini menjadi dasar kuat bagi pembentukan karakter generasi penerus. Kemampuan perempuan dalam membentuk mental dan spiritual anak-anak sangat vital. Hal ini sejalan dengan tema Harlah ke-80 Muslimat NU yang menekankan tradisi dan kemandirian.
Tema "Merawat Tradisi, Menguatkan Kemandirian, dan Meneduhkan Peradaban" sangat relevan dengan kondisi saat ini. Diskusi mendalam telah dilakukan dua tahun sebelumnya untuk merumuskan tema tersebut. Penguatan tradisi dilakukan melalui berbagai pengajian yang diselenggarakan oleh Muslimat NU.
Kontribusi Muslimat NU: Dari Pengajian hingga Bantuan Hukum
Selain peran dalam pendidikan karakter, Muslimat NU juga menunjukkan kontribusi luar biasa dalam pelayanan masyarakat. Organisasi ini aktif menyelesaikan persoalan di tingkat akar rumput dengan layanan terbaik. Kehadiran Muslimat NU sangat dirasakan oleh masyarakat luas.
Salah satu bentuk nyata kontribusi Muslimat NU adalah penyediaan bantuan hukum kepada masyarakat di tingkat bawah. Mereka memiliki paralegal yang jumlahnya mendekati 2.500 orang di seluruh Indonesia. Jumlah paralegal ini bahkan telah mendapatkan rekor dari Museum Rekor Indonesia (MURI).
Keberadaan paralegal Muslimat NU menunjukkan komitmen organisasi. Mereka berupaya memberikan akses keadilan bagi masyarakat di tingkat bawah. Hal ini memperkuat peran perempuan dalam aspek sosial dan hukum.
Kolaborasi Menuju Indonesia Emas 2045
Menteri PPPA mengajak seluruh perempuan untuk memperkuat tekad bersama. Tujuannya adalah berkhidmat, memperluas manfaat, serta menghadirkan Islam yang ramah, inklusif, dan solutif. Ajakan ini dimulai dari lingkungan keluarga.
Pendidikan anak-anak menjadi generasi cinta damai, menghargai perbedaan, serta kuat secara akhlak, mental, dan spiritual sangat penting. Hal ini akan membentuk pondasi kokoh bagi pembangunan bangsa. Menteri PPPA berharap Muslimat NU semakin bermanfaat dan berkah.
Kementerian PPPA siap berkolaborasi dengan Muslimat NU di seluruh Indonesia. Kolaborasi ini bertujuan menguatkan perempuan berdaya dan anak terlindungi. Upaya bersama ini merupakan langkah strategis menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Sumber: AntaraNews