Menko Cak Imin Bicara Tahap Pembentukan Sekolah Rakyat, 52 Bakal Beroperasi dari 200 Titik di Jawa
Rencananya pemerintah akan menyerap guru ASN dan juga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mengatakan program sekolah rakyat sudah memasuki tahap pematangan. Rencananya pemerintah akan menyerap guru ASN dan juga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).
"Dari ASN atau setidaknya P3K," kata Cak Imin usai melepas keberangkatan pemudik gratis diselenggarakan PKB di DPP PKB, Jakarta, Rabu (26/3).
Rencananya ada 200 titik yang nantinya akan dijadikan sekolah rakyat dikhususkan kepada masyarakat miskin dan miskrim ekstrem. Sebagai permulaan sekolah rakyat akan tersebar di wilayah Jawa.
"InsyaAllah yang sudah hampir start tahun ajaran ini 52 sekolah," kata dia.
Rekrutmen Murid 1 April
Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat Mohammad Nuh mengatakan tim satgas mulai melakukan proses rekrutmen murid untuk Sekolah Rakyat pada 1 April.
“Titik krusialnya sekarang ini dan insya Allah mulai dari 1 April, teman-teman satgas sudah mulai melakukan rekrutmen calon-calon murid sesuai dengan desil yang ada di masing-masing daerah,” kata Nuh usai Rapat Pleno Persiapan Penerimaan Siswa Baru Sekolah Rakyat di Kantor Kemensos Salemba, Jakarta, pada Rabu (19/3), demikian dikutip Antara.
Ia menjelaskan proses rekrutmen akan dimulai dari anak-anak yang berada dalam kategori desil 1 atau miskin ekstrem yang tinggal di sekitar Sekolah Rakyat berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Anak-anak dari kategori desil 1 ini, lanjutnya, akan menjalani serangkaian tes, mulai dari psikotes, tes akademik, hingga tes kesehatan. Proses rekrutmen akan dilanjutkan kepada anak-anak dari desil 2 apabila kuota murid masih tersedia.
Lebih lanjut, ia menerangkan pihaknya juga akan secara berkala mengukur proses belajar murid-murid di Sekolah Rakyat sehingga pihaknya dapat pula secara berkala melaporkan perkembangan para murid kepada orang tua, wali murid maupun publik.
Ia menyebutkan pihaknya akan bekerja sama dengan lembaga-lembaga yang memiliki kompetensi untuk mengukur beberapa aspek tersebut secara berkala, mulai dari aspek gizi, kesehatan, tingkat IQ, kedisiplinan, kecerdasan mental hingga kompetensi masing-masing murid.
“Paling tidak setiap semester kami bisa menyampaikan progresnya. Ini lho, progres fisiknya seperti ini, dia tambah sehat, IQ-nya pun juga demikian, kedisiplinannya pun juga demikian, mentalitasnya pun juga demikian, sehingga kami bisa melaporkan ke publik,” imbuhnya.
Ia berharap pihaknya dapat membangun kepercayaan publik dengan pengukuran dan pelaporan perkembangan murid Sekolah Rakyat secara berkala dan terarah.