Menhub Dudy Panggil Taksi Green SM Buntut Kecelakaan Kereta di Bekasi Tewaskan 15 Orang
Menhub mengundang pengelola taksi Green SM terkait kecelakaan antara kereta api dan KRL di Bekasi Timur, dan penanganan investigasi diserahkan ke KNKT.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, mengungkapkan bahwa ia telah memanggil pengelola taksi Green SM setelah terjadinya kecelakaan antara Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur. Ia juga menekankan pentingnya evaluasi operasional taksi tersebut dengan meminta Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, untuk melakukan hal tersebut.
"Tadi saya sudah minta Dirjen Perhubungan Darat untuk bertemu dengan pengelola taksi hijau tersebut untuk melakukan evaluasi, ya," ujar Dudy di Stasiun Bekasi Timur pada Selasa (28/4).
Diduga, taksi Green SM mengalami mogok di perlintasan sebidang dekat Stasiun Bekasi Timur, yang mengakibatkan kecelakaan dengan KRL yang datang dari arah Cikarang.
Tidak lama setelah insiden tersebut, KA Argo Bromo Anggrek menabrak rangkaian KRL di lokasi yang sama. Dudy menyatakan bahwa pemanggilan pengelola taksi asal Vietnam itu dijadwalkan berlangsung pada hari yang sama. "Mudah-mudahan kalau jadi, tadi hari ini mestinya," harapnya.
Meski demikian, Dudy menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin berspekulasi mengenai penyebab kecelakaan dan menyerahkan sepenuhnya proses investigasi kepada Komisi Nasional Keselamatan Transportasi.
"Kita tidak ingin menduga-duga karena ini adalah kecelakaan dan juga penanganannya juga harus sesuai dengan prosedur. Jadi kita menyerahkan semua kepada KNKT. Kita tidak ingin menduga-duga," tegasnya.
Taksi Green SM Buka Suara
Pihak Green SM Indonesia telah mengeluarkan pernyataan resmi mengenai insiden yang melibatkan salah satu kendaraan mereka di perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur pada malam hari, Senin (27/4).
Dalam pernyataan yang diunggah melalui akun Instagram mereka pada Selasa (28/4), mereka menyatakan, "Green SM Indonesia menaruh perhatian penuh pada terjadinya insiden di area perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026, yang melibatkan satu kendaraan Green SM dan kereta yang melintas."
Perusahaan taksi listrik ini mengonfirmasi bahwa mereka telah memberikan informasi yang diperlukan kepada pihak berwenang dan siap mendukung sepenuhnya proses investigasi yang sedang berlangsung.
Mereka menekankan, "Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami. Kami berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan yang tinggi melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan." Green SM Indonesia juga menambahkan, "Kami akan terus menyampaikan perkembangan terbaru seiring dengan tersedianya informasi yang telah terverifikasi."