Mantan Presenter Kondang kini Jadi Pejabat, Tawarkan Solusi Atasi Macet Parah Kota Bandung
Dengan data tersebut, tidak dimungkinkan untuk menambah ruas jalan.
Kota Bandung menjadi salah satu kota termacet menurut survey dari Tomtom Traffic Index 2024. Dalam rilisan perusahaan navigasi asal Belanda itu, kemacetan Bandung dalam skala global ia menduduki peringkat 12, dan peringkat teratas di Indonesia.
Menanggapi ini, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menjelaskan bahwa kondisi tersebut berangkat dari tingginya angka kepemilikan kendaraan pribadi yang tak berbanding lurus dengan banyaknya jalan.
Dengan data tersebut, Farhan bilang tidak dimungkinkan untuk menambah ruas jalan.
"Jumlah penduduk Kota Bandung 2,6 juta, jumlah kendaraan pribadi di Kota Bandung 2,3 juta. Jumlah jalan sedikit dan kita tidak mungkin menambah jumlah jalan," ucap Farhan, Jumat (4/7).
Adapun solusi untuk menekan masalah, tersebut, Farhan meminta pemerintah pusat bisa segera flyover Nurtanio, Kota Bandung. Di sisi lain, pengoptimalan (Bus Rapid Transportation) diharapkan jadi pemecahan masalah macet yang lain.
"Nah, jadi sekarang salah satu kuncinya adalah meminta dengan sangat kepada pemerintah pusat menyelesaikan Jalan Layang Nurtanio," kata dia.
"Kita akan bersama dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan world bank akan membangun BRT (Bus Rapid Transportation). Mudah-mudahan jalan," imbuhnya.
Untuk pengembangan BRT versi Pemkot Bandung sendiri, Farhan mengungkapkan kebutuhan mencapai sekitar 400 unit bus, dengan estimasi anggaran Rp 300 miliar per tahun.
Saat ini, rute awal yang disiapkan meliputi jalur Alun-alun – Cibeureum dan Tegallega – Alun-alun. Hanya saja, kata Farhan, saat ini armada bus tersebut belum ada.
"Itu bisa diperkirakan kita butuh 400 bus. Busnya aja belum ada," ujar dia.