Makassar Masuk 10 Besar Kota Toleran di Indonesia, Raih Lonjakan Peringkat Signifikan
Kota Toleran Makassar mencatat lonjakan peringkat drastis dalam Indeks Kota Toleran (IKT) SETARA Institute 2025, kini masuk 10 besar nasional. Simak detail capaian penting ini.
Kota Makassar kembali menorehkan prestasi gemilang dengan masuk dalam daftar 10 besar kota berpenduduk di atas satu juta jiwa dengan tingkat toleransi terbaik di Indonesia. Capaian ini menunjukkan peningkatan signifikan dari tahun sebelumnya, yang mana Makassar hanya masuk nominasi kota toleran.
Penilaian prestisius tersebut merujuk pada rilis Indeks Kota Toleran (IKT) 2025 yang diluncurkan oleh SETARA Institute pada 22 April 2026. Hasil ini menempatkan Makassar sejajar dengan kota-kota besar lainnya yang berkomitmen kuat dalam menjaga kerukunan.
Menurut Ismail Hasani dari Badan Pengurus SETARA Institute, Kota Makassar mencatat lonjakan peringkat yang sangat drastis, khususnya pada kategori kota berpenduduk padat. Ini menjadi bukti nyata upaya pemerintah dan masyarakat dalam merawat keberagaman.
Lonjakan Peringkat Signifikan Kota Toleran Makassar
Pada laporan Indeks Kota Toleran 2024, Makassar masih berada di posisi ke-52 secara nasional. Namun, dalam IKT 2025, kota ini berhasil melompat 43 peringkat, menempati posisi ke-9 secara nasional.
Peningkatan drastis ini mengindikasikan adanya perbaikan nyata dalam praktik dan kebijakan yang mendukung toleransi di Makassar. Capaian ini juga menunjukkan dampak terukur dari berbagai upaya kolaboratif yang dilakukan.
Ismail Hasani menekankan bahwa lonjakan peringkat ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan dari komitmen kuat Pemerintah Kota Makassar. Komitmen tersebut terwujud dalam menjaga harmoni dan merawat keberagaman sebagai fondasi kehidupan masyarakat yang inklusif.
Komitmen Pemerintah Kota dan Peran Masyarakat
Pemerintah Kota Makassar dinilai berhasil dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi seluruh warganya. Mereka mampu menjaga kerukunan antarumat beragama dan golongan, yang menjadi pilar utama sebuah kota toleran.
Upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah kota, berkolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, mulai menunjukkan hasil yang positif. Inisiatif ini mencakup program-program yang mendorong dialog dan saling pengertian antarwarga.
Capaian ini diharapkan dapat terus dipertahankan dan bahkan ditingkatkan di masa mendatang. Dengan demikian, Makassar dapat menjadi model nasional dalam pengelolaan keberagaman dan pembangunan kota yang inklusif.
Apresiasi dan Harapan dari FKUB Makassar
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Makassar, Prof. Arifuddin Ahmad, menyampaikan apresiasi tinggi atas pengakuan nasional ini. Ia menegaskan bahwa capaian ini adalah hasil kerja keras bersama seluruh elemen masyarakat Makassar.
Prof. Arifuddin menekankan pentingnya menjaga konsistensi dan memperluas ruang dialog. Ia juga berharap nilai-nilai toleransi terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat, menjadikan Makassar sebagai contoh kerukunan.
Peran semua pihak, mulai dari pemerintah, tokoh agama, hingga masyarakat sipil, sangat krusial dalam menciptakan ekosistem sosial yang kondusif. Hal ini penting untuk menjaga keberagaman yang menjadi kekayaan Kota Makassar.
Makassar Sejajar dengan Kota Besar Lain
Dengan masuknya Makassar ke dalam daftar 10 besar kota toleran, kota ini kini sejajar dengan sejumlah kota besar lainnya di Indonesia. Kota-kota tersebut juga dinilai memiliki komitmen kuat dalam menjaga kerukunan di tengah keragaman penduduknya.
Kota-kota yang disebutkan antara lain Semarang, Bekasi, Surabaya, Jakarta, Bandung, Bogor, Medan, Palembang, dan Batam. Keberadaan Makassar di daftar ini menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat toleransi di Indonesia.
Prestasi ini bukan hanya kebanggaan, tetapi juga motivasi bagi Makassar untuk terus meningkatkan kualitas kerukunan antarumat beragama. Ini akan memperkuat fondasi pembangunan kota yang inklusif dan harmonis.
Sumber: AntaraNews