Lebih dari 300 Warga Terdampak Konflik Terima Bakti Sosial Kesehatan Forkopimda Maluku: Wujud Nyata Sinergi Pemerintah dan TNI-Polri
Forkopimda Maluku menggelar Bakti Sosial Kesehatan untuk pengungsi konflik di Hunuth, Ambon. Lebih dari 300 warga menerima layanan gratis. Inilah wujud nyata kepedulian pemerintah!
Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku belum lama ini menggelar kegiatan bakti sosial kesehatan yang menyasar pengungsi konflik di Desa Hunuth-Durian Patah, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon. Inisiatif ini merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap pemulihan masyarakat serta upaya meningkatkan akses layanan kesehatan bagi mereka yang terdampak. Kegiatan ini juga menjadi simbol sinergi kuat antara pemerintah daerah, TNI, dan Polri dalam melayani masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, ratusan warga Hunuth mendapatkan berbagai layanan kesehatan gratis, mulai dari pemeriksaan umum seperti tekanan darah dan gula darah, hingga pemeriksaan khusus ibu dan anak. Selain itu, Forkopimda Maluku juga menyalurkan bantuan sosial berupa 250 karung beras, masing-masing seberat 5 kilogram, kepada warga yang membutuhkan. Aksi kemanusiaan ini dipusatkan di Kantor Desa Hunuth-Durian Patah dan mendapatkan sambutan antusias dari masyarakat.
Asisten I Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Maluku, Djalaluddin Salampessy, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar penyediaan layanan medis. Menurutnya, ini adalah wujud perhatian pemerintah dan Forkopimda Maluku untuk memulihkan semangat kebersamaan serta solidaritas sosial di Hunuth. Kehadiran negara diharapkan dapat membantu pemulihan fisik dan psikologis warga pasca-konflik.
Sinergi Pemerintah dan Aparat dalam Pemulihan Masyarakat
Kegiatan bakti sosial kesehatan yang diinisiasi oleh Forkopimda Maluku ini menjadi bukti konkret sinergi antara pemerintah daerah, Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Kolaborasi ini ditujukan untuk membantu masyarakat yang terdampak konflik di Desa Hunuth-Durian Patah. Upaya bersama ini menunjukkan komitmen serius dalam menjaga stabilitas dan kesejahteraan warga.
Djalaluddin Salampessy, Asisten I Sekda Provinsi Maluku, menegaskan bahwa inisiatif ini memiliki makna lebih dari sekadar layanan medis. “Kegiatan ini bukan hanya tentang layanan kesehatan, tetapi juga bentuk perhatian pemerintah dan Forkopimda Maluku untuk memulihkan semangat kebersamaan serta solidaritas sosial di Hunuth,” ujarnya. Pernyataan ini menggarisbawahi dimensi sosial dan psikologis dari kegiatan tersebut.
Kehadiran Forkopimda Maluku di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya memberikan bantuan fisik, tetapi juga dukungan psikologis. Pemulihan trauma pasca-konflik menjadi salah satu fokus tidak langsung dari kegiatan ini. Dengan demikian, bakti sosial ini berperan ganda dalam membangun kembali kepercayaan publik dan mempererat ikatan sosial.
Layanan Kesehatan Gratis dan Bantuan Sosial untuk Warga
Dalam pelaksanaan bakti sosial ini, masyarakat mendapatkan akses layanan kesehatan gratis yang komprehensif. Pemeriksaan umum seperti pengukuran tekanan darah dan gula darah menjadi layanan dasar yang banyak dimanfaatkan warga. Selain itu, pemeriksaan khusus ibu dan anak juga disediakan untuk memastikan kesehatan kelompok rentan ini.
Tim gabungan dari berbagai instansi kesehatan turut serta menyukseskan kegiatan ini. Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bidokkes) Polda Maluku, TNI AD, AL, AU, Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, serta Dinas Kesehatan Kota Ambon berkolaborasi memberikan pelayanan terbaik. Mereka juga memberikan penyuluhan kesehatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup sehat.
Antusiasme warga terlihat dari partisipasi sekitar 300 penduduk Desa Hunuth yang mengikuti pemeriksaan kesehatan. Selain layanan medis, Forkopimda Maluku juga menyerahkan bantuan sosial berupa 250 karung beras, masing-masing 5 kilogram, kepada warga yang membutuhkan. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi masyarakat terdampak.
Memperkuat Stabilitas Daerah dan Kepercayaan Publik
Bakti sosial kesehatan ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam membangun kembali kepercayaan publik pasca-konflik. Dengan terpenuhinya kebutuhan dasar dan adanya dukungan pemerintah, rasa aman dan kebersamaan di tengah masyarakat diharapkan dapat diperkuat. Ini adalah langkah penting menuju rekonsiliasi dan pembangunan berkelanjutan.
Djalaluddin Salampessy menjelaskan bahwa upaya ini secara langsung mendukung stabilitas daerah. Ketika kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi dan semangat kebersamaan dipulihkan, potensi konflik berulang dapat diminimalisasi secara signifikan. Hal ini krusial untuk memastikan pembangunan di Maluku dapat terus berjalan dengan baik dan lancar.
Setelah sukses di Hunuth, rombongan Forkopimda melanjutkan kegiatan bakti kesehatan serupa ke Desa Hitu, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah. Kegiatan ini menunjukkan komitmen berkelanjutan pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan dan dukungan kepada seluruh masyarakat Maluku. Pengamanan ketat oleh aparat kepolisian juga memastikan setiap kegiatan berjalan aman dan kondusif.
Sumber: AntaraNews