Lapas dan Rutan di Langkat Sumut Kebanjiran, Ratusan Napi Langsung Dievakuasi
Ketinggian banjir mencapai 1 hingga 1,5 meter dan menenggelamkan seluruh fasilitas lapas tersebut.
Banjir yang melanda Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, turut merendam empat unit lembaga pemasyarakatan (lapas), yaitu Rutan Tanjung Pura, Lapas Pemuda Langkat, Lapas Narkotika Langkat, serta Lapas Pangkalan Brandan yang telah lebih dahulu dikosongkan akibat kenaikan air. Ketinggian banjir mencapai 1 hingga 1,5 meter dan menenggelamkan seluruh fasilitas lapas tersebut.
Kepala Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Sumut, Yudi Suseno, mengatakan sebagian warga binaan telah dievakuasi ke lapas dan rutan lain yang tidak terdampak banjir.
"Air sudah tembus Rutan Tanjung Pura. Ada sekitar 234 warga binaan yang masih bertahan setelah dievakuasi. Petugas bersama-sama berupaya mengurangi risiko akibat banjir ini," kata Yudi, Senin (1/12).
Ketinggian Air Persulit Akses
Yudi menambahkan pihaknya berupaya mencapai Lapas Pemuda Langkat dan Lapas Narkotika Langkat. Namun, ketinggian air menyulitkan akses untuk menuju lokasi-lokasi tersebut.
"Kami belum sampai ke Lapas Narkotika Langkat dan Lapas Pemuda Langkat, medannya cukup tinggi airnya," ujarnya.
Lapas Barus Tapteng Terdampak
Selain empat lapas dan rutan di Langkat, Kantor Ditjenpas Sumut juga terendam banjir hingga merusak fasilitas kantor dan dokumen. Sementara itu, laporan Ditjenpas menyebut Lapas Barus di Kabupaten Tapanuli Tengah turut terdampak bencana.
Seluruh warga binaan di sana dalam kondisi aman, namun stok bahan pangan menipis dan komunikasi dengan pihak lapas terputus. Tim Ditjenpas Sumut saat ini berupaya menembus lokasi banjir untuk menyalurkan bantuan.