Lama tak muncul, Abraham Samad terlihat kurus di aksi lawan koruptor
Sejak tak lagi aktif di KPK, Abraham ngaku ada di kampungnya di Makassar.
Sekitar dua ratusan mahasiswa UI turun ke jalan menggelar orasi di kampus Salemba, Jakarta Pusat. Tampak hadir di acara itu, Ketua KPK nonaktif, Abraham Samad dan bekas Wakil Menteri Hukum dan HAM, Denny Indrayana.
Pantauan merdeka.com di lokasi, Abraham dan Denny terlihat di lokasi pukul 14.00 WIB. Kedatangan keduanya luput dari perhatian wartawan.
Abraham tampak mengenakan koko putih dan berpeci. Saat ditanya kenapa tak pernah terlihat setelah nonaktif, Abraham mengaku istirahat di kampungnya di Makassar.
"Selama ini saya di kampung, berkumpul dengan keluarga," kata Abraham, Jakarta, Jumat (20/3).
Ada yang berbeda dengan penampilan Abraham kali ini. Dia terlihat lebih kurus. Saat ditanya apa sebabnya, dia berdalih sedang dalam keadaan sehat-sehat saja.
"Bagus berarti sehat," ucapnya sambil tertawa.
Selain Abraham, kabarnya acara ini juga akan dihadiri Denny Indrayana. Dia mengaku mendukung acara ini karena pergerakan mahasiswa untuk perubahan negeri wajib di-support.
"Inikan acara mahasiswa, sebagai bagian dari reformasi, jadi saya mendukung makanya saya datang," ucap Denny singkat soal kedatangannya.
Selain Abraham dan Denny, kabarnya wakil ketua KPK nonaktif, Bambang Widjojanto juga akan hadir. Tapi sampai berita ini diturunkan tak terlihat batang hidung Bambang.
Saat ini, ratusan mahasiswa tengah membentangkan spanduk raksasa yang bertuliskan 'Memberantas KKN sesuai amanat Reformasi dan TAP MPR 1998'. Di spanduk itu nantinya akan akan dibubuhkan tanda tangan sebagai dukungan pemberantasan korupsi.
Baca juga:
Forum Putra Putri Polri sesalkan penghentian kasus BW dan Samad
Tim 9 minta perkara Bambang dan Samad dihentikan, bukan ditunda
Komjen Budi Waseso, Kabareskrim yang kerap bentuk tim khusus
Kasus Bambang dan Samad ditunda, KPK-Polri sudah damai?
Kabareskrim sebut kasus Samad dan Bambang Widjojanto ditunda
LPSK tolak permohonan perlindungan pelapor Abraham Samad
Beda Abraham Samad dan Taufiqurrahman Ruki di mata JK