KSP Dudung Soal Tudingan Amien Rais ke Seskab Teddy: Itu Fitnah dan Provokasi
Ia pun menyingung sosok Amien Rais yang identik dengan agama, namun pernyataan-pernyataannya malah memprovokasi.
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurrachman menyatakan tuduhan Amien Rais kepada Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya adalah fitnah. Kata dia, tudingan Amien Rais betul-betul memprovokasi.
"Seperti yang kemarin Pak Amien Rais juga, aduh, sudahlah. Saya tahu persis bagaimana Teddy, adik saya itu, sopan banget dia. Ya, hormat sama saya juga. Kemudian kalau ada tuduhan-tuduhan itu kan fitnah," kata Dudung kepada wartawan di Kantor Staf Presiden, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026).
Ia pun menyingung sosok Amien Rais yang identik dengan agama, namun pernyataan-pernyataannya malah memprovokasi.
Dudung meminta masyarakat tak terpengaruh dengan isu dan narasi yang mengarah kepada fitnah serta provokasi.
"Yang penting rakyat Indonesia tetap tidak terpengaruh dengan hal-hal seperti itu. Itu hanya segelintir orang-orang yang dari dulu selalu mencoba untuk mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa," jelasnya.
"Saya yakin dengan Pancasila yang mempersatukan bangsa ini, saya yakin rakyat Indonesia akan tetap bertahan, akan tetap menjaga agar isu-isu, berita-berita hoaks yang mengganggu stabilitas nasional ini bisa ditangkal," sambung Dudung.
Amien Rais Korban Hoaks
Sebelumnya, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam menyikapi konten media sosial menjadi semakin penting di era digital saat ini.
Dia mengatakan semua pihak, termasuk tokoh publik dapat terpengaruh oleh informasi yang tidak terverifikasi.
Hal itu dikatakan Qodari dalam menyikapi pernyataan Amien Rais soal Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya yang terkonfirmasi berbasis hoaks. Ia menilai tudingan tersebut merujuk pada video di media sosial yang tidak terverifikasi dan bersifat manipulatif.
"Kalau saya prihatin ya, setelah melihat video Pak Amien Rais itu, prihatinnya itu adalah Pak Amien Rais sebagai tokoh, sebagai akademisi, sebagai profesor doktor, telah menjadi korban dari hoaks," kata Qodari dikutip dari siaran persnya, Minggu (3/5/2026).
Menurut dia, tudingan terhadap Teddy muncul dari interpretasi keliru atas sebuah konten video di media sosial yang berisi lagu berjudul “Aku Bukan Teddy”. Konten ini disalahartikan sebagai pernyataan autentik.