Kronologi PNS Dinas Pemberdayaan Perempuan Sumut Aniaya Anak Tiri, Disiram Air Panas
PNS atas nama FDSH merupakan ibu tiri dari bocah AN.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara menyoroti kasus dugaan penganiayaan dengan cara menyiram air panas ke AN yakni anak perempua berusia 10 tahun yang diduga dilakukan oleh seorang aparatur sipil negara (ASN) berinisial FDSH. FDSH merupakan ibu tiri dari AN.
FDSH merupakan ASN yang bertugas di Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Bencana (P3AKB) Sumut.
“Yang viral video dugaan penganiayaan Dinas P3AKB Sumut dan Dinas Kesehatan Sumut, kami sudah mengunjungi anak tersebut,” kata Penjabat (Pj) Sekda Provinsi Sumut, Effendy Pohan, Selasa (11/2).
Effendy mengungkapkan Pemprov Sumut akan fokus untuk memulihkan psikis korban usai disiram air panas oleh ibu tirinya.
"Menyelamatkan anaknya. Melakukan konseling emosinya dan lainnya," katanya.
Pemprov juga meminta ayah korban untuk terbuka dan menceritakan kejadiannya yang sebenarnya.
"Anak bisa terselamatkan itu yang paling penting terkait dengan mentalnya. Hal ini lagi ditangani dan sudah dilakukan sejak kemarin," ungkapnya.
Pemprov Sumut juga sedang mengusut kasus penganiayaan terhadap anak yang dilakukan oleh FDSH.
"Siapa yang menduga melakukan penganiayaan tersebut akan diusut dalam yang lain. Dia ASN bisa di inspektorat dan bisa dihukum aparat penegak hukum,” jelas Effendy.
Kemudian, Effendy mengimbau seluruh ASN dan lapisan masyarakat tidak melakukan penganiayaan terhadap anak. Hal itu bisa mengganggu perkembangan mental anak.
"Bukan ASN saja, kita semua jangan sampai menganiaya anak. Kalau marah boleh untuk memberikan pembinaan boleh. Kalau menganiaya bukan orang tua itu. Manusiawi kita sebagai ayah dan sebagai ibu kalau marah. Tapi, marah itu ada batasan tertentu," ucapnya.
Seperti diketahui, kasus penganiayaan ini terungkap usai DSS yakni ayah kandung dari AN mengungkapkan kesedihannya di akun media sosial Facebook. DSS menceritakan penganiayaan yang dialami AN terjadi pada 21 Januari 2025. AN mengalami luka bakar di bagian paha usai disiram air panas oleh FDSH.
"Kulitnya melepuh, setelah menyiram dia pergi kerja. PAS pulang kerja itu saya tanya lagi, ke mana mau bawa berobat," ujar DSS.
Atas tindakan istrinya itu, DSS telah menalak FDSH. Apalagi FDSH tidak mau meminta maaf atas perbuatannya.
"Dia tidak menghiraukan saya. Minta maaf saja tidak ada sampai saat ini," ucap DSS.
DSS telah melaporkan kasus dugaan penganiayaan ini ke polisi. FDSH juga dilaporkan ke inspektorat Pemprov Sumut.