Kronologi Lengkap Polri Telusuri Riwayat Pendidikan SMA dan UGM Jokowi
Bareskrim Mabes Polri telah merampungkan penyelidikan terkait riwayat pendidikan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi).
Bareskrim Mabes Polri telah merampungkan penyelidikan terkait riwayat pendidikan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi). Hal ini merupakan tindak lanjut dari laporan Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) Eggi Sudjana atas dugaan ijazah palsu.
"Penyidik telah melakukan serangkaian penyelidikan terhadap barang dan mendapatkan dokumen meliputi, 7 dokumen dari SMAN 6 Surakarta yaitu terdiri dari fotokopi STTB atas nama Joko Widodo, 6 fotokopi STTB pembanding milik eks rekan seangkatan Joko Widodo saat persekolahan di SMAN 6 Surakarta," kata Dirtipidum Bareskrim Polri, Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro, saat konferensi pers di Mabes Polri, Kamis (22/5).
Kemudian polisi juga menyelidiki kartu induk murid SMAN 6 Surakarta tahun 1977, daftar nama murid SMA Negeri 6 Surakarta, SK mendikbud tentang pembentukan sekolah menengah pembangunan persiapan tanggal 26 November 1975, surat Depatemen Pendidikan Kebudayaan Kanwil Provinsi Jateng no 2021/I0III/P79 tentang usulan perubahan SMPP menjadi SMAN, SK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan no 0353/0/1985 tentang Perubahan SMPP jadi SMA," lanjutnya.
Polisi juga mendapatkan 51 dokumen dari Fakultas Kehutanan UGM yaitu, 1 fotokopi bandel arsip atas nama Joko Widodo terdiri dari 34 lembar dokumen. Kemudian 5 bandel dokumen pembanding dari mantan mahasiswa fakultas kehutanan UGM.
Selanjutnya 17 soft file scan skripsi tahun 1990 sampai 1995, kemudian 22 foto lembar pengesahan skripsi tahun 1979 sampai 1988, satu fotokopi buku panduan akhir program sarjana Fakultas Kehutanan UGM tahun 1990, satu buah fotokopi buku daftar alumni, 3 buah buku panduan akademik program sarjana dan diploma 2007.
Polisi juga kemudian mendapatkan juga 2 bundel dokumen dari KPU DKI Jakarta, yaitu 1 bendel berkas pendaftaran atas nama Joko Widodo saat mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI pada tahun 2012. Satu bendel berkas pendaftaran atas nama Joko Widodo saat mencalonkan diri sebagai Presiden tahun 2019.
Dari data-data yang didapat tersebut, polisi mendapatkan fakta sebagai berikut:
1. Terkait SMA 6 Surakarta, penyelidik menemukan fakta bahwa SMA 6 Surakarta saat ini, dulunya adalah SMPP Surakarta melalui dokumen. Fotokopi Legalisir Surat Depdikbud Kanwil Provinsi Jawa Tengah Nomor 2021/103/P79 pada tahun 1975 yang merupakan awal mula berdirinya SMPP di Purwodadi, Wonosobo dan Surakarta.
2. Fotokopi Legalisir surat dari kanwil Jawa Tengah tahun 1979 tentang usulan tujuh SMPP se-Provinsi Jawa Tengah diubah namanya menjadi SMA Negeri, terhitung mulai tahun 1979 sampai dengan 1980 dengan mendasari hasil lokakarya kepala bidang PMU se-Indonesia di Cipayung.
Salah satunya tercantum SMPP Surakarta diusulkan menjadi SMA Negeri 6 Surakarta angka 6 dalam huruf romawi.
3. Fotokopi legalisir SK Mendikbud nomor RI nomor 0353/0/1985 tahun 1985 tentang perubahan nama SMPP menjadi SMA, yang didalamnya tercantum nama SMPP Surakarta diubah menjadi SMA Negeri 6 Surakarta pada dalam kurung angka 6 dalam huruf latin.
"Selanjutnya penyelidik juga menemukan fakta Bapak insiyur Joko widodo adalah benar lulusan SMA 6 Surakarta yang juga merupakan SMPP Surakarta pada tahun 1980," bebernya.
Selanjutnya polisi juga menemukan fakta bahwa Jokowi mendaftar dan masuk fakultas kehutanan UGM pada tahun 1980 melalui bukti pengumuman di Koran Kedaulatan Rakyat tentang 3.169 peserta lulus ujian masuk PPI atau proyek perintis 1 UGM yang terbit pada hari Jumat Kliwon 18 Juli 1980 dalam kurung 5 Puasa 1912 pada halaman 4 kolom 6 pada bagian UGM Fakultas Kehutanan.
"Nomor 14 tercantum nama Joko Widodo terhadap Koran tersebut telah dipastikan keasliannya melalui keterangan staf perpustakaan. Kemudian disampaikan pada Koran Bernas yang terbit pada hari Jumat Kliwon 18 Juli 1980 halaman 4 kolom 4 tercantum jadwal pendaftaran ulang UGM Fakultas Kehutanan dilaksanakan pada hari Senin 28 Juli 1980, hal ini sejalan dengan dokumen formulir registrasi mahasiswa tahun ajaran 1980-1981 atas nama Joko Widodo tertanggal 28 Juli 1980 di Arsip Fakultas Kehutanan UGM," pungkasnya.