KPK Imbau Untuk Mahasiswa Baru Unhas Setop Nyontek: Calon-calon Pimpinan Bangsa di Masa Depan
Johanis Tanak mengingatkan agar mahasiswa Unhas tidak suka menyontek.
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johanis Tanak bersama Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan Inspektur Jenderal Rusdi Hartono memberikan wejangan kepada 5 ribuan mahasiwa baru Universitas Hasanuddin Makassar, Senin (11/8).
Dalam orasi ilmiahnya, Johanis Tanak mengingatkan agar mahasiswa Unhas tidak suka menyontek.
Johanis mengatakan dengan menyandang gelar mahasiswa, seharusnya mempunyai semangat menimba ilmu. Ia pun menyebut agar mahasiswa baru Unhas tidak menyontek dan bertanya kanan kiri demi menjaga integritas.
"Mereka menerapkan integritas dalam konteks pada saat mereka duduk di bangku kuliah, ujian, tidak ada yang kemudian mereka nyontek sana sini, bertanya sana sini. Betul-betul dia mempunyai kepribadian saya mempunyai kemampuan untuk bekerja dengan baik, benar, serta penuh rasa tanggung jawab," ujarnya kepada wartawan di JK Auditorium Unhas Makassar.
Johanis mengatakan mahasiswa merupakan calon pemimpin bangsa. Tak hanya itu, mahasiswa baru bisa membawa Indonesia emas pada 100 tahun kemerdekaan.
"Mahasiswa ini calon-calon pimpinan bangsa di masa depan menyongsong 100 tahun Indonesia Merdeka, tahun emas. Sehingga, wajar kalau kemudian Pak rektor berserta jajaran pimpinan di Universitas Hasanuddin mengundang saya maupun Pak Kapolda untuk memberikan pencerahan kepada para mahasiswa supaya mereka menjadi orang-orang yang mempunyai kemampuan integritas kepribadian yang tinggi," kata dia.
Johanis menegaskan hanya orang dengan integritas tinggi bisa menjadi pemimpin. Alasannya, integritas terkait pemikiran dan norma-norman yang berlaku.
"Integritas itu terkait dengan apa yang dipikirkan, apa yang dilakukan sesuai dengan norma-norma yang berlaku. Baik norma-norma aturan yang dibuat oleh pemerintah, norma agama, norma hukum adat, norma-norma sosial lainnya. Jadi harus sesuai dengan aturan," katanya.