KPID dan TP-PKK Sulteng Bersinergi Kuatkan Literasi Siaran Keluarga, Ibu Jadi Garda Terdepan
KPID dan TP-PKK Sulawesi Tengah berkolaborasi membahas penguatan literasi siaran keluarga, menyoroti peran sentral ibu sebagai penyaring informasi utama di rumah untuk tontonan sehat.
Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) dan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Sulawesi Tengah baru-baru ini menggelar pertemuan penting. Diskusi tersebut berfokus pada upaya penguatan literasi siaran, khususnya bagi perempuan dan keluarga di wilayah tersebut. Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang konten siaran yang sehat dan bertanggung jawab.
Pertemuan strategis ini berlangsung di Palu, Sulawesi Tengah, pada Sabtu (22/11) lalu. Ketua KPID Sulteng, Andi Kaimuddin, dan Ketua TP-PKK Sulteng, Sry Nirwanti Bahasoan, hadir langsung dalam kesempatan tersebut. Mereka membahas langkah konkret untuk memperluas edukasi literasi siaran demi kemaslahatan keluarga.
Inisiatif ini bertujuan memberdayakan para ibu sebagai garda terdepan dalam pengelolaan informasi rumah tangga. Peran ibu dianggap krusial dalam menentukan tontonan yang sesuai bagi anak-anak di rumah. Hal ini menjadi fondasi penting untuk menciptakan lingkungan media yang positif dan edukatif di setiap rumah.
Peran Sentral Ibu dalam Penguatan Literasi Siaran Keluarga
Andi Kaimuddin, Ketua KPID Sulteng, menekankan pentingnya menggandeng TP-PKK dalam agenda penguatan literasi siaran ini. Menurutnya, ibu memiliki peran sentral dalam menentukan tontonan anak di rumah. “Yang paling sering memegang remote TV itu ibu,” katanya, menggarisbawahi pengaruh besar ibu dalam pemilihan konten siaran.
Ia menambahkan bahwa ibu menjadi penyaring pertama bagi tontonan keluarga. Oleh karena itu, literasi siaran harus menjangkau para ibu agar mereka mampu memilih tayangan yang sehat dan aman untuk anak-anak. Edukasi ini diharapkan dapat membekali ibu dengan kemampuan kritis terhadap berbagai tayangan media.
KPID Sulteng memiliki program prioritas seperti “Kelompok Perempuan Konstitusional” yang telah meraih penghargaan pada ajang KPI Award di Jakarta. Program ini menjadi bukti komitmen KPID dalam edukasi perempuan. Rencana kegiatan di awal Desember juga akan melibatkan berbagai tokoh dan komunitas perempuan untuk memperluas jangkauan literasi.
Sinergi TP-PKK dan KPID untuk Jangkauan Lebih Luas
Ketua TP-PKK Sulteng, Sry Nirwanti Bahasoan, menyambut positif inisiatif kolaborasi ini. Ia menegaskan kesiapan PKK untuk memperkuat kerja sama dengan KPID. “Kami sangat terbuka untuk berkolaborasi,” ujarnya, menunjukkan antusiasme terhadap program penguatan literasi siaran ini.
Sry Nirwanti Bahasoan juga menyoroti kekuatan jaringan PKK yang mencapai hingga tingkat desa. Jaringan luas ini menjadi aset penting untuk mendorong literasi digital dan literasi siaran secara menyeluruh. Ini memungkinkan pesan literasi menjangkau masyarakat di pelosok daerah.
Kerja sama ini diharapkan dapat menciptakan ruang sinergi yang konkret antara program literasi siaran KPID dan gerakan pemberdayaan keluarga yang dijalankan PKK. Tujuannya adalah memperkuat ketahanan keluarga melalui pemahaman media yang baik. TP-PKK siap mendukung penuh upaya penguatan literasi siaran keluarga ini secara berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews