Korban Ledakan Amunisi Sempat Bikin Status WhatsApp Awas 'Ngabeledug' dan Foto Bareng Kolonel Antonius Hermawan
Isi status WA itu seakan menjadi peringatan baginya dan yang lainnya dalam kegiatan peledakan amunisi kedaluwarsa.
Salah satu korban meninggal akibat pemusnahan amunisi kedaluwarsa di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Garut, Jawa Barat pada Senin (12/5) sempat membuat status di aplikasi perpesanan WhatsApp (WA).
Isi status WA itu seakan menjadi peringatan baginya dan yang lainnya dalam kegiatan peledakan amunisi tidak layak pakai yaitu 'Awas Ngabeledug' dengan emoticon tersenyum lebar.
Adalah Dadang Iis (48), korban meninggal yang membuat status WA itu. Ia menjadi salah satu dari 13 korban meninggal dan merupakan warga Kampung Sakambangan, Desa Mekarwangi, Kecamatan Cibalong, Garut, Jawa Barat.
Dadang foto bareng salah seorang anggota TNI dalam status WhatsApp-nya. Sosok anggota TNI yang berfoto bersama Dadang adalah Kolonel Cpl Antonius Hermawan yang merupakan Kepala Gudang Pusat Munisi III Pusat Peralatan TNI AD yang juga tewas dalam kejadian tersebut.
Keduanya diketahui menjadi korban dalam peristiwa meledaknya amunisi bersama belasan korban lainnya.
Sosok Korban di Mata Keluarga dan Teman
Sahabat karib Dadang, Dea Islami mengatakan bahwa temannya adalah sosok lelaki yang baik hati, tidak sombong, dan memiliki jiwa sosial yang tinggi. Dengan sifatnya itu, Dadang pun selama ini dikenal aktif di Karang Taruna.
"Orangnya sangat baik, sosialnya juga bagus. Dia juga selama ini memang aktif di karang taruna juga," kata Dea, Selasa (13/5).
Menurut Dea, sosok Dadang merupakan orang yang giat dan pekerja keras untuk agar bisa menghidupi keluarganya. Hal itu pun kemudian diamini keponakan Dadang, Uus Sutisna (35).
Menurut Uus, pamannya adalah sosok keluarga yang baik, sayang kepada keluarga, bersahaja, dan pekerja keras. Oleh karenanya, kepergian Dadang sangat mengagetkan baginya dan keluarga besarnya.
"Sangat kaget tentu saja, pagi sebelum kejadian sempat kirim pesan, katanya "Awas Ngabeledug" (hati-hati meledak)," ucap Uus.
Awalnya, Uus mengakui hal tersebut sebagai ungkapan biasa saja sebagai pengingat bagi warga atau orang-orang yang ada di grup Karang Taruna. Sampai terjadi kejadian ledakan, apa yang disampaikan seakan menjadi firasat pamannya akan apa yang akan terjadi kemudian.
"Mang Dadang sempat update status di WA story, isinya sama juga. Tapi kalau di status sampai menggunakan foto bersama anggota TNI," kata Uus.