Kondisi Terbaru Macan Tutul yang Sempat ‘Check-In’ di Hotel Anugrah Bandung
Saat ini kondisi hewan tersebut telah sadar usai menerima bius saat proses evakuasi.
Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, memastikan macan tutul yang sempat masuk ke Hotel Anugrah di Jalan Padasaluyu, Sukasari, Kota Bandung, kini telah berada di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Cikananga, Sukabumi, Jawa Barat. Hewan tersebut, tiba pada Selasa 7 Oktober 2025 dini hari.
“Iya sudah (berada di PPS Cikananga). Baru sampai tadi subuh,” kata Humas BBKSDA Eri Mildrayana, saat dikonfirmasi.
Ia mengatakan saat ini kondisi hewan tersebut telah sadar usai menerima bius saat proses evakuasi. Kini dia telah beraktivitas ringan.
Eri bilang tim masih akan melakukan observasi terhadap hewan tersebut, untuk kemudian dilanjutkan ke tahap rehabilitasi.
“Masih diobservasi sama tim dokter hewan,” ucapnya.
Eri pun belum dapat memastikan berapa lama proses rehabilitasi dapat berlangsung. Namun, ia menegaskan pihaknya kin tengah fokus pada pemulihan.
“Nanti dikasih potongan ayam dicacah kecil-kecil kang, setelah dipastikan fit,” tururnya.
“Kami masih menunggu assessment tim dokter hewan, jadi belum bisa menentukan masa Waktu rehabilitasi, kita konsen ke pulih normal dulu,” jelas dia.
Upaya Identifikasi Belum Optimal
Sehubungan dengan kondisi itu, Eri menjelaskan upaya identifikasi belum dilakukan secara optimal. Termasuk untuk mengetahui jenis kelamin hewan tersebut, dan apakah ada hal identik dengan macan tutul yang sempat kabur dari Lembang Park and Zoo.
“Kami belum masuk ke identifikasi, setelah observasi ini beriringan akan dilakukan analisa atau identifikasi jenis untuk memastikannya,” tuturnya.
Disinggung soal apakah ada dugaan hewan tersebut mengalami habitatnya hingga masuk ke hotel di Sukasari, Bandung, ia belum dapat memastikannya. Namun, ia menduga terdapat gangguan di habitatnya sehingga mendorong hewan tersebut menyusuri saluran air hingga masuk ke area permukiman.
“Dikhawatirkan ada gangguan di hutan, dia nyusur koridor terhubung antara hutan dengan pemukiman, memanjang berhutan, semak dan perkebunan nyambung ke pemukiman didukung ada saluran air,” tuturnya.