Komnas HAM minta rekaman CCTV Jessica racuni Mirna dibuka ke publik
"Saya heran media nggak terlalu cerdas melihat kasus ini, siapa Darmawan? Kasihan Pak polisi juga," ujar Siane.
Pihak penyidik kepolisian Polda Metro Jaya mengklaim telah mengumpulkan bukti-bukti atas kematian Wayan Mirna Salihin yang tewas usai minum Es Kopi Vietnam di Grand Indonesia, Jakarta Pusat, salah satunya Closed circuit Television (CCTV). Atas hal ini Komnas HAM mendesak kepolisian untuk membuka kepada publik.
"Saya mau tanya yang boleh menyaksikan CCTV hanya orang tertentu apa bagaimana? Apa iya kita nggak boleh melihat, sedangkan ayahnya Mirna (Darmawan Salihin) bisa melihat?" ujar salah satu Komisioner Komnas HAM Siane Indriani, dalam diskusi bertema 'Benarkan JKW Melakukan Pembunuhan Terhadap Mirna' di Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (5/2).
Kata Siane, dirinya meminta hal tersebut usai melihat Darmawan tampil di salah satu stasiun tv swasta. Hal yang meyakinkan lagi bahwa Darmawan sudah melihat, lanjutnya, Darmawan memperagakannya dalam tayangan tersebut.
"Silakan dibuka ke publik, sudah terlanjur sejak awal dilempar publik, orang di ILC saja dia bicara kok sampai-sampai diperagakan," katanya.
"Saya heran media nggak terlalu cerdas melihat kasus ini, siapa Darmawan? Kasihan Pak polisi juga, saya mengharapkan media jangan membuat polisi terjebak stigma," tambahnya.
Sebelumnya, pihak Komisi Kepolisian Nasional (kompolnas) Edi Hasibuan menyayangkan atas apa yang telah dilakukan oleh ayah Mirna, Darmawan Salihin dalam keterangannya di salah satu tv swasta. Keterangan Darmawan dikhawatirkan akan mengarahkan publik dan juga menyulitkan penyidikan kepolisian.
"Kalau kita lihat, hingga saat ini perkembangan kasusnya masih ramai, ditambah Pak Darmawan Salihin, orangtua Mirna, yang terus memberikan pernyataan, walaupun kita tahu rekamannya diulang-ulang," ujarnya dalam diskusi bertema 'Benarkan JKW Melakukan Pembunuhan Terhadap Mirna' di Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (5/2).
Baca juga:
Komnas HAM sindir polisi hobi update status FB di tengah kasus Mirna
Kompolnas sayangkan ayah Mirna terlalu banyak bicara di televisi
Komnas HAM sebut polisi prematur tetapkan Jessica tersangka
Darmawan sebut Sandy tahu penyebab Mirna takut bertemu Jessica
Ini tanggapan polisi Australia diminta bantu kasus pembunuhan Mirna