LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kolaborasi Masyarakat dan Korporasi Kunci Efektif Cegah Karhutla Riau

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup tegaskan pentingnya kolaborasi masyarakat-korporasi berbagi air untuk cegah karhutla Riau, demi lingkungan lestari dan pemberdayaan lokal.

Sabtu, 20 Jun 2026 18:02:39
energi bersih
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup tegaskan pentingnya kolaborasi masyarakat-korporasi berbagi air untuk cegah karhutla Riau, demi lingkungan lestari dan pemberdayaan lokal. (AntaraNews)
Advertisement

Menteri Lingkungan Hidup (LH)/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Moh Jumhur Hidayat menyerukan pentingnya kolaborasi erat antara masyarakat dan korporasi untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau. Seruan ini disampaikan saat meninjau langsung upaya mitigasi di Kabupaten Pelalawan, Riau, pada Jumat (19/6) lalu. Inisiatif berbagi air menjadi fokus utama dalam strategi pencegahan bencana lingkungan ini.

Jumhur menegaskan bahwa tata kelola air yang inklusif dapat memastikan operasional perusahaan tetap berjalan selaras dengan upaya pelestarian lingkungan. Pendekatan ini juga bertujuan untuk memberdayakan masyarakat sekitar area konsesi. Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan sinergi positif antara kepentingan ekonomi dan ekologi di Riau.

Kunjungan Menteri Jumhur, yang kemudian dirilis pada Sabtu (20/6), menyoroti praktik “water sharing” atau berbagi air dengan masyarakat sebagai langkah konkret. Tujuannya adalah memastikan lahan gambut, baik di kawasan konsesi maupun milik masyarakat, mendapatkan pasokan air yang cukup. Hal ini krusial untuk menjaga kelembaban gambut dan menekan risiko karhutla.

Tata Kelola Air Inklusif untuk Mitigasi Karhutla

Menteri Jumhur menekankan bahwa kunci utama pencegahan karhutla jangka panjang adalah integrasi pengelolaan air yang adil dan merata. Pengelolaan ini tidak hanya berfokus pada area konsesi korporasi, tetapi juga mencakup lahan milik masyarakat di sekitarnya. Pendekatan ini memastikan bahwa seluruh ekosistem gambut terjaga kelembapannya secara holistik.

Advertisement

Dalam peninjauan di area operasional PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), Kabupaten Pelalawan, sistem pengelolaan tata air gambut diterapkan melalui pembagian zona berdasarkan keseragaman elevasi lahan. Infrastruktur hidrologi seperti pembangunan dan pemeliharaan sekat kanal terus disempurnakan. Ini bertujuan untuk menjaga tinggi muka air dan memastikan kondisi gambut tetap basah, sehingga risiko karhutla dapat ditekan seminimal mungkin.

Langkah berbagi air ini menjadi bukti nyata komitmen KLH/BPLH dalam menjaga hidrologi gambut nasional. Upaya ini juga berperan penting dalam menekan emisi gas rumah kaca (GRK) yang kerap timbul akibat karhutla. Dengan demikian, kolaborasi cegah karhutla Riau ini berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim global.

Advertisement

Pemantauan Emisi dan Komitmen Korporasi Berbasis Sains

KLH/BPLH juga memberikan perhatian khusus pada aspek keterbukaan data ilmiah dalam mitigasi perubahan iklim. Di lokasi peninjauan, Menteri Jumhur melihat langsung operasional menara pemantauan GRK. Menara ini berfungsi mendeteksi laju aliran karbon dioksida (CO₂) dan metana (CH₄) secara real-time.

Data hidrologi dan emisi yang terkumpul menjadi basis penting bagi KLH/BPLH dalam menyusun strategi pengelolaan lahan yang berkelanjutan. Informasi berbasis sains ini mendukung pengambilan keputusan yang lebih akurat dan efektif. Hal ini memperkuat upaya kolaborasi cegah karhutla Riau dengan pendekatan data.

Menanggapi pentingnya data dan riset dalam pengelolaan lingkungan, Presiden Direktur PT RAPP, Sihol Aritonang, menegaskan komitmen perusahaannya. RAPP berjanji untuk terus mendukung agenda lingkungan nasional, termasuk pengelolaan lahan gambut berkelanjutan dan pencegahan kebakaran. Mereka juga mendukung pengembangan riset dan ilmu pengetahuan Indonesia di bidang pengelolaan lahan gambut tropis.

Optimalisasi Lahan dan Transisi Energi Bersih

Selain fokus pada pengelolaan gambut, kunjungan kerja Menteri Jumhur juga menyoroti pentingnya transisi energi bersih. Hal ini ditunjukkan melalui peninjauan instalasi panel surya berkapasitas total 50 MW. Proyek energi terbarukan ini merupakan langkah maju dalam pemanfaatan sumber daya berkelanjutan.

Uniknya, instalasi panel surya tersebut memanfaatkan area tempat pembuangan akhir yang telah ditutup. Ini adalah contoh optimalisasi lahan yang cerdas dan sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan. Inisiatif ini menunjukkan bagaimana lahan yang tidak produktif dapat diubah menjadi sumber energi bersih.

Langkah-langkah ini menunjukkan pendekatan komprehensif dalam menjaga lingkungan. Dari pencegahan karhutla hingga pengembangan energi terbarukan, semua upaya diarahkan pada keberlanjutan. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan korporasi menjadi kunci dalam mencapai tujuan ini.

Advertisement

Sumber: AntaraNews

Berita Terbaru
  • Pemkab Langkat Ajak UMKM Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 demi Data Akurat
  • PLN Peduli Gempa Sigi: Salurkan Bantuan Logistik dan Pulihkan Kelistrikan Pascabencana
  • Kolaborasi Masyarakat dan Korporasi Kunci Efektif Cegah Karhutla Riau
  • Berau Genjot Digitalisasi Keuangan Melalui Laku Pandai untuk Inklusi Ekonomi
  • Situbondo Usulkan 36 Titik Jembatan Garuda, Perkuat Aksesibilitas Desa
  • emisi gas rumah kaca
  • energi bersih
  • gambut
  • kementerian lingkungan hidup
  • kolaborasi cegah karhutla riau
  • konten ai
  • lingkungan hidup
  • merdekaantara
  • pelalawan
  • pembangunan berkelanjutan
  • pt rapp
  • tata kelola air
Artikel ini ditulis oleh
Editor Redaksi Merdeka
R
Reporter Redaksi Merdeka
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.