Kolaborasi Kreatif: Dispusip DKI Gandeng Afgan Tarik Minat Masyarakat ke Perpustakaan Jakarta
Dispusip DKI Jakarta berinovasi dengan gandeng Afgan untuk menarik minat masyarakat, khususnya Gen Z, agar kembali menjadikan perpustakaan sebagai ruang belajar dan berekspresi.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) DKI Jakarta berhasil menciptakan magnet baru bagi masyarakat. Mereka berkolaborasi kreatif dengan figur publik ternama, penyanyi Afgansyah Reza atau Afgan. Langkah ini bertujuan untuk mengembalikan minat publik menjadikan perpustakaan sebagai ruang belajar dan berekspresi.
Kolaborasi ini terwujud dalam acara "Night at The Library" yang diselenggarakan di Perpustakaan Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM), Menteng, Jakarta Pusat. Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat (28/11) dan sukses menarik perhatian ribuan pengunjung. Kehadiran Afgan menjadi daya tarik utama dalam upaya revitalisasi fungsi perpustakaan.
Kepala Dispusip DKI Jakarta, Nasruddin Djoko Surjono, mengungkapkan harapannya. Ia berharap karya-karya Afgan, termasuk video klip yang syutingnya di perpustakaan, akan menarik lebih banyak pengunjung. Perpustakaan kini dipandang sebagai ruang publik multidimensi, bukan sekadar tempat membaca buku.
Perpustakaan sebagai Ruang Kreatif Multidimensi
Nasruddin Djoko Surjono menekankan bahwa perpustakaan telah berevolusi. Kini, perpustakaan bukan lagi sekadar tempat untuk membaca buku semata. Ia telah bertransformasi menjadi ruang untuk bekerja, belajar, berdiskusi, berkolaborasi, bahkan menikmati seni dan budaya. Pandangan ini mengubah stigma lama tentang perpustakaan yang kaku.
Antusiasme masyarakat terhadap konsep perpustakaan multidimensi ini sangat tinggi. Nasruddin menyampaikan rasa syukurnya atas respons positif dari publik. Dispusip DKI berencana mereplikasi kegiatan serupa di perpustakaan tingkat kota lainnya. Penyesuaian tentu akan dilakukan agar sesuai dengan karakteristik masing-masing lokasi.
Kolaborasi dengan figur publik seperti Afgan menjadi bukti nyata inovasi ini. Karya-karya Afgan, termasuk video klip yang diambil di perpustakaan, diharapkan menjadi daya tarik. Hal ini sejalan dengan visi menjadikan perpustakaan sebagai pusat kegiatan kreatif dan edukatif. Inisiatif ini membuka peluang baru bagi pengembangan literasi.
Night at The Library: Menghubungkan Literasi dan Seni
Acara "Night at The Library" menjadi platform utama kolaborasi ini. Kepala UPT Perpustakaan Jakarta dan PDS HB Jasin, Diki Lukman Hakim, menjelaskan pentingnya acara ini. Gelaran tersebut menyoroti eratnya hubungan antara proses kreatif dan literasi yang mendalam. Tema "Retrospektif" diambil, sama dengan album ketujuh Afgan.
Dalam sesi talk show, para narasumber menegaskan pentingnya literasi. Mereka menekankan bahwa setiap karya besar tidak pernah lepas dari kekuatan membaca dan eksplorasi informasi. "Night at The Library" terbukti konsisten menarik antusiasme publik sejak pertama digelar pada 2022. Acara ini telah berlangsung sebanyak 14 kali, menunjukkan keberhasilannya.
Salah satu pemustaka, Farah, memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi ini. Menurutnya, kehadiran penyanyi papan atas seperti Afgan sangat efektif. Ini mampu menyedot animo generasi muda atau Gen Z untuk datang ke perpustakaan. "Ini mengubah paradigma perpustakaan yang tidak hanya menjadi tempat membaca, tapi juga ruang kreatif hingga hiburan, menjadikan perpustakaan tempat yang menyenangkan," katanya.
Meskipun jumlah pengunjung dibatasi karena kapasitas tempat, antusiasme tetap tinggi. Diki Lukman Hakim menyatakan komitmen untuk terus menghadirkan program literasi yang relevan. Program tersebut akan menghubungkan seni, musik, dan pengetahuan. Penampilan Afgan yang membawakan lagu-lagu hits sukses menyedot animo lebih dari 1.000 pemustaka di Perpustakaan Jakarta.
Sumber: AntaraNews