LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kisah 'Robin Hood' asal Malang Bikin Polisi Kewalahan, Rampok Licin bak Belut Penghuni Lapas Cipinang

Slamet Gundul, perampok legendaris asal Malang, meninggalkan jejak kelicikan dan keberanian yang menarik perhatian publik.

Jumat, 16 Mei 2025 14:53:21
lapas cipinang
Kemenko Polkam melakukan pemantauan langsung layanan kunjungan Lebaran di Lapas Cipinang, memastikan keamanan dan pelayanan prima bagi keluarga warga binaan. (© 2025 Antaranews)
Advertisement

Slamet Gundul, atau yang dikenal dengan nama asli Supriadi, merupakan sosok legendaris dalam dunia kriminal Indonesia. Ia lahir di Malang, Jawa Timur, dan mulai beroperasi sebagai perampok pada era 1980-an hingga awal 1990-an. Keberhasilannya dalam menghindari penangkapan polisi membuatnya terkenal, bahkan mendapatkan julukan 'licin bak belut'.

Dalam perjalanan karirnya, Slamet Gundul telah melakukan sedikitnya 55 kali perampokan, menargetkan nasabah bank, toko emas, dan orang-orang kaya di berbagai wilayah, terutama di Jawa Tengah dan Jakarta.

Selepas menjalani hukuman penjara di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cipinang, dia dan komplotannya kemudian pindah ke Semarang dan tinggal di daerah Barutikung yang selama ini memang dikenal sebagai sarang preman.

Dari sanalah dia tumbuh dan berkembang menjadi seorang perampok profesional.

Advertisement

Julukan 'Slamet Gundul' sendiri diduga berasal dari penampilannya yang botak atau berambut tipis, meskipun tidak ada konfirmasi pasti mengenai asal-usul nama tersebut.

Selain itu, ia juga dikenal menggunakan berbagai nama samaran, seperti Slamet Santoso dan Samsul Gunawan, untuk mengelabui pihak berwajib. Keberanian dan kelicikannya dalam beraksi menjadikannya salah satu penjahat yang paling ditakuti pada masanya.

Advertisement

Salah satu momen paling terkenal dalam karier kriminalnya terjadi pada tahun 1989, ketika ia berhasil meraup hasil rampokan sebesar Rp159,5 juta, yang setara dengan miliaran rupiah saat ini.

Aksinya tersebut meliputi, Rp23 juta dari juragan Tembakau dari Kendal, Rp40 juta dari juragan ikan, Rp34 juta dari Unissula Semarang, Rp28 juta dari nasabah bank BCA cabang Peterongan Semarang, dan Rp34 juta dari perusahaan jamu Nyonya Meneer.

Meskipun aksinya sering kali melibatkan baku tembak dengan polisi, Slamet Gundul selalu berhasil meloloskan diri, bahkan setelah beberapa kali tertangkap.

Insiden baku tembak di Klaten, Jawa Tengah, menjadi salah satu yang paling diingat, di mana beberapa anak buahnya tewas, tetapi ia berhasil melarikan diri dengan selamat.

Perintah Penangkapan Hidup atau Mati

Keberadaan Slamet Gundul yang kian meresahkan masyarakat dan pihak kepolisian membuat Direktur Reserse Mabes Polri, Brigjen Koesparmono Irsan, mengeluarkan perintah penangkapan 'hidup atau mati' untuknya pada tahun 1987.

Perintah ini menunjukkan betapa licin dan ditakutinya ia oleh pihak kepolisian. Jangkauan perintah ini pun sangat luas, mencakup seluruh Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Lampung, dan Sumatera bagian selatan.

Selama periode tersebut, Slamet Gundul terus melakukan aksinya dengan cerdik, membuat pihak kepolisian kesulitan untuk menangkapnya.

Ia memanfaatkan berbagai taktik untuk menghindari penangkapan, termasuk berpindah-pindah tempat dan menggunakan identitas palsu. Masyarakat pun mulai mengenal namanya sebagai simbol dari ketidakberdayaan aparat penegak hukum dalam menangani kejahatan.

Namun, semua itu berakhir pada tahun 1991, ketika Slamet Gundul akhirnya berhasil ditangkap di Surabaya. Penangkapan ini menjadi kabar gembira bagi pihak kepolisian dan masyarakat yang selama ini resah dengan ulahnya. Ia dijatuhi hukuman penjara di LP Cipinang, di mana ia harus mempertanggungjawabkan semua perbuatannya.

Dijuluki Robin Hood

Meski sering melakukan tindakan kriminal, namun Slamet selalu bisa lolos dari sergapan polisi. Biasanya dia lari ke permukiman padat penduduk di dekat tempat tinggalnya sambil menebar uang rampokan ke jalanan sehingga para warga berebut uang dan menghalangi jalan polisi untuk mengejarnya.

Tak hanya itu, konon Slamet juga sering membagi uang hasilnya merampok kepada tetangganya yang miskin.

Advertisement

Karena inilah warga Barutikung Semarang selalu melindungi Slamet dari kejaran polisi serta mendapat julukan Robin Hood oleh para tetangganya.

Berita Terbaru
  • Polda Jabar Geram, Ancam Pidanakan Pembuat Konten Teror Pocong
  • Julian Alvarez Tegaskan Tekad Argentina Pertahankan Gelar Juara Dunia 2026
  • Isu Penghapusan Honorer 2027 Merebak, Wagub Jateng Ungkap Nasib Guru
  • Pemkot Sorong Salurkan 30 Sapi Kurban untuk Idul Adha 1447 H, Pastikan Aman Dikonsumsi
  • Penerimaan Pajak Banten Tumbuh 13,5 Persen, Lampaui Rp25 Triliun di April 2026
  • berita update
  • lapas cipinang
  • napi lapas cipinang
  • rampok emas
  • robin hood
  • slamet gundul
Artikel ini ditulis oleh
Editor Henni Rachma Sari
H
Reporter Henni Rachma Sari, NAIS
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.