Kisah Azizah Menggugah, Polisi Turun Tangan, Ahmad Sahroni Beri Bantuan Puluhan Juta Rupiah
Di usia yang masih sangat belia, ia harus mengambil peran sebagai pengganti ibunya yang telah lama pergi.
Kisah pilu seorang bocah bernama Azizah Candrasari (6,5) yang viral di media sosial menyita perhatian publik.
Di usia yang masih sangat belia, ia harus mengambil peran sebagai pengganti ibunya yang telah lama pergi, tinggal di sebuah kos sederhana di kawasan Mrican, Giwangan, Umbulharjo, Yogyakarta, bersama sang ayah, Hermanto (56), seorang pencari rongsokan yang tengah sakit, serta adiknya yang masih berusia lima tahun.
Melihat kondisi tersebut, Ipda Ali Nur Suwandi melalui akun @polisibaksos langsung bergerak cepat. Ia membawa Azizah bersama ayahnya ke Yayasan Rumah Singgah Bumi Damai miliknya agar mendapat perlindungan, perawatan, dan lingkungan yang lebih layak. Kini Azizah telah tinggal di yayasan tersebut.
Tindakan cepat dan humanis Ipda Ali pun langsung mendapat apresiasi Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni. Ipda Ali pun menyampaikan bahwa dirinya mendapat bantuan Rp 50 juta beserta perlengkapan dan kebutuhan penuh untuk anak-anak.
"Ya betul, alhamdulillah ada bantuan dari Pak Sahroni sebesar Rp50 juta dan berbagai perlengkapan serta kebutuhan ratusan anak-anak di sini. Mulai dari baju baru, kerudung, alat tulis, buku, mainan, perlengkapan mandi, sampai ditraktir makan enak. Ini luar biasa berarti bagi kami. Maka saya sangat berterima kasih kepada Pak Sahroni yang telah memberikan perhatian besar kepada Azizah dan juga anak-anak di yayasan ini. Mereka happy sekali. Ini juga menjadi semangat bagi kami untuk terus melakukan kegiatan sosial dan kemanusiaan sebagai bagian dari pengabdian Polri kepada masyarakat,” ujar Ipda Ali dalam keterangannya hari ini (20/4).
Memberikan Bantuan
Menanggapi hal tersebut, Sahroni membenarkan bahwa dirinya melalui timnya yaitu Ahmad Sahroni Center (ASC), langsung turun memberikan bantuan sebagai bentuk apresiasi atas aksi kemanusiaan yang dilakukan Ipda Ali.
“Apa yang dilakukan Ipda Ali ini adalah contoh yang sangat baik. Polisi tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung dan pengayom yang benar-benar turun langsung membantu masyarakat yang membutuhkan. Ini harus menjadi inspirasi bagi seluruh jajaran di lapangan. Komisi III tentu sangat mengapresiasi langkah-langkah humanis seperti ini,” ujar Sahroni.