Khofifah Ajak Kolaborasi Alumni Unair Wujudkan Indonesia Sehat Menuju Indonesia Emas 2045
Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengajak Kolaborasi Alumni Unair lintas sektor untuk mewujudkan Indonesia Sehat menuju Indonesia Emas 2045, menandai Dies Natalis ke-71 Unair.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, baru-baru ini mengemukakan ajakan penting kepada seluruh alumni Universitas Airlangga (Unair). Ajakan ini berfokus pada penguatan pengabdian dan kolaborasi lintas sektor yang strategis. Tujuannya adalah untuk bersama-sama mewujudkan visi Indonesia Sehat yang menjadi fondasi menuju Indonesia Emas 2045.
Pernyataan ini disampaikan Khofifah saat menghadiri dan memberangkatkan parade defile. Acara tersebut diselenggarakan dalam rangka perayaan Dies Natalis ke-71 Unair dan sekaligus menandai 112 Tahun Pendidikan Dokter di Fakultas Kedokteran (FK) Unair Surabaya pada hari Minggu. Kehadiran para alumni senior menunjukkan semangat kontribusi yang tinggi.
Parade defile yang meriah ini mengusung tema "Fit for Life: The Science of Sport Medicine". Acara tersebut diikuti oleh 59 angkatan alumni FK Unair, mulai dari angkatan 1960 hingga 2018, serta 28 departemen spesialis yang menampilkan yel-yel dan kostum penuh warna.
Pentingnya Kolaborasi Lintas Sektor untuk Indonesia Sehat
Gubernur Khofifah Indar Parawansa, yang juga merupakan Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unair, menekankan urgensi kolaborasi. Beliau menegaskan bahwa kolaborasi strategis antara FK Unair, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soetomo, dan berbagai institusi kesehatan lainnya adalah kunci. Sinergi ini sangat vital dalam mendukung agenda nasional Indonesia Sehat dan pencapaian Indonesia Emas 2045.
Penguatan dari Fakultas Kedokteran Unair, dengan kemitraan yang telah terjalin baik bersama RSUD Dr. Soetomo, menjadi fondasi utama. Kemitraan ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem kesehatan yang lebih kokoh dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, pelayanan kesehatan dapat ditingkatkan secara signifikan.
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menyampaikan rasa bangganya terhadap almamater tercinta. Menurutnya, Unair telah berhasil membentuk banyak figur profesional dan pemimpin bangsa. Kontribusi para alumni ini sangat berarti bagi kemajuan di berbagai sektor, termasuk sektor kesehatan.
Peran Historis dan Masa Depan FK Unair
Rektor Unair, Prof Muhammad Madyan, menambahkan bahwa perayaan Dies Natalis kali ini memiliki makna ganda. Selain merayakan 71 tahun berdirinya Unair, momen ini juga menandai 112 tahun sejarah pendidikan kedokteran di Surabaya. Perjalanan panjang ini telah melahirkan ribuan insan akademik terbaik yang berperan aktif di berbagai bidang kesehatan.
Prof Madyan menyoroti bagaimana Fakultas Kedokteran Unair telah menjadi salah satu fakultas tertua di universitas tersebut. Ia berharap FK Unair dapat terus menjadi barometer perkembangan kedokteran, baik di tingkat nasional maupun internasional. Hal ini menunjukkan komitmen Unair dalam menjaga kualitas pendidikan dan riset kedokteran.
Momentum ini juga menjadi panggilan bagi kampus dan para alumni untuk menyatukan langkah. Dengan bersinergi, diharapkan inovasi dan pengabdian dalam dunia kesehatan dapat terus berkembang. Unair, melalui FK-nya, diharapkan terus melahirkan tenaga medis berkualitas yang siap melayani masyarakat.
Amanat Ksatria Airlangga untuk Pengabdian Terbaik
Sebagai Ksatria Airlangga, para alumni membawa amanat besar untuk memberikan dedikasi dan pengabdian terbaik di mana pun mereka berada. Khofifah menegaskan bahwa Unair telah membesarkan mereka semua, sehingga sudah menjadi tanggung jawab moral untuk berkontribusi. Pengabdian ini merupakan wujud nyata dari nilai-nilai yang telah ditanamkan selama masa studi.
Partisipasi aktif dari berbagai angkatan alumni FK Unair dalam parade defile adalah bukti nyata semangat pengabdian ini. Mulai dari angkatan senior sebelum tahun 1963-1964 hingga angkatan terbaru, semuanya menunjukkan antusiasme. Mereka siap berkontribusi dalam upaya mewujudkan Indonesia Sehat.
Melalui semangat kebersamaan dan kolaborasi ini, diharapkan cita-cita Indonesia Emas 2045 dapat tercapai. Sektor kesehatan, dengan dukungan penuh dari alumni Unair dan kemitraan strategis, akan menjadi salah satu pilar utama. Ini akan memastikan bahwa masyarakat Indonesia memiliki akses terhadap layanan kesehatan yang berkualitas dan merata.
Sumber: AntaraNews