Ketua MPR soal Salim Kancil dibunuh: Memang biadab!
Mengenai lambannya polisi saat dilapori ada ancaman terhadap Salim Kancil, Zulkifli meminta harus diusut juga.
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan meminta kasus penganiayaan dan pembunuhan Salim Kancil, petani Desa Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, agar segera dituntaskan. Terutama, petani tersebut sebagai aktivis perlindungan lingkungan yang menolak adanya pertambangan di Lumajang.
"Memang biadab, usut tuntas dan tegakkan aturan agar ada yang terjerat jangan hilang begitu saja, apalagi kan ini pembela tambang, ada yang menambang tetapi merusak lingkungan. Para aktivis ingin membela petani lain yang lingkungannya mengalami kerusakan tapi dibunuh dengan sadis," kata Zulkifli di gedung Nusantara III, Jakarta, Rabu (30/9).
Kemudian, mengenai lambannya polisi saat dilapori ada ancaman terhadap Salim Kancil, Zulkifli meminta harus diusut juga. "Ya, diusut dong, siapa yang salahkan ketahuan nanti," pungkasnya.
Seperti diketahui, terjadi kasus pembantaian sadis dua petani Desa Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, karena menolak adanya penambangan pasir liar di daerahnya. Pada 26 September kemarin, sekitar 40 orang pro penambangan pasir menjemput paksa dan menganiaya Tosan dan Salim Kancil.
Tubuh Salim diikat dan diseret menuju balai desa dengan disaksikan warga setempat. Di balai desa, Salim disiksa dan disetrum dengan listrik hingga tewas. Kasus pembantaian ini disaksikan warga desa dan petinggi desa setempat.
Baca juga:
Aneh, polisi tak antisipasi pembantaian Salim kancil
Alasan warga tolak tambang pasir di Lumajang sampai Kancil dibunuh
Ini tambang pasir ilegal dan lokasi penyiksaan sadis Salim Kancil
20 Tersangka penganiayaan Salim dipindah ke tahanan Polda Jatim
Istri Tosan tanggung biaya perawatan suaminya seorang diri
Dapat kabar suami dikeroyok, istri Salim seperti sedang dicekik
Ini alasan Salim Kancil dan Tosan kebal senjata tajam