LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Ketua KPK ingatkan revolusi mental jangan hanya sebatas slogan

Ketua KPK ingatkan revolusi mental jangan hanya sebatas slogan. "Kalau disuruh menjalankan revolusi mental, apa yang dilakukan, ada pedomannya, jadi jangan lewat slogan. Tapi diterjemahkan dalam tingkah laku dan perilaku kehidupan sehari-hari," ujar Agus,

2016-11-15 13:30:19
KPK
Advertisement

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengatakan slogan revolusi mental Presiden Joko Widodo bukan hanya sebagai pedoman. Tetapi harus diterjemahkan dalam tingkah laku dalam kehidupan sehari-hari.

Hal itu diungkapkan Agus saat peluncuran aplikasi JA9A di Gedung KPK, Jakarta Selatan.

"Kalau disuruh menjalankan revolusi mental, apa yang dilakukan, ada pedomanya, jadi jangan lewat slogan. Tapi diterjemahkan dalam tingkah laku dan perilaku kehidupan sehari-hari," ujar Agus, Selasa (15/11).

Agus melanjutkan dalam menerapkan slogan Presiden Jokowi, secara aspek mental harus diperbaiki. Perubahan itu harus dilakukan dengan juga sistem dan juga difasilitasi sistemnya.

"Jika kita bicara mental kita harus berubah sistem baru difasilitasi perubahan sistem kemudian orang beri pelayanan harus berubah dan juga masyarakat harus berikan pengawasan dan masukan yang kritis," tuturnya.

Revolusi mental, lanjut Agus, harus dimulai dari hal-hal kecil dalam kehidupan masyarakat. Semisal tentang transparansi pelayanan publik.

"Salah satu revolusi mental paling tidak disisi sehari-hari dijumpai. Itu ada perubahan mendasar soal transparansi pelayanan," tutup Agus.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal merilis aplikasi JA9A sebagai alat monitoring kebijakan publik pemerintah. Aplikasi tersebut nantinya dapat diakses oleh publik untuk mengetahui transparansi lembaga pemerintahan.

Tujuan adanya aplikasi JA9A ini untuk transparansi masyarakat dalam mengenal pelayanan publik. Selain itu, aplikasi ini juga untuk melakukan penindakan internal instansi pemerintah.

"Ini pengendalian internal, dinas pendidikan untuk sekolahnya. Saya bermimpi kalau bisa diperbaiki secara cepat yang nambah bukan empat saja, kita kan ngurus SIM, STNK, perizinan yang lainnya. Termasuk di sektor pelabuhan juga kan bisa," tutur Agus.

Baca juga:
Jadi Ketua KPK, Agus Rahardjo sebut belum ada ancaman kriminalisasi
Pimpinan KPK sindir penegak hukum tak berani tindak korporasi korup
KPK perkenalkan aplikasi JA9A buat alat monitoring kebijakan publik
Curhat pimpinan KPK rawan dikriminalisasi dan dijegal
Rawan dikriminalisasi, pimpinan KPK minta hak imunitas

Advertisement
(mdk/rhm)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.