Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jadi Ketua KPK, Agus Rahardjo sebut belum ada ancaman kriminalisasi

Jadi Ketua KPK, Agus Rahardjo sebut belum ada ancaman kriminalisasi KPK rilis OTT Irman Gusman. ©2016 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Pimpinan dan komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak hanya dihadapkan pada tantangan membongkar kasus korupsi kelas kakap, tapi juga risiko yang sewaktu-waktu menghampiri mereka. Beberapa bekas pimpinan KPK mengakui ada risiko dikriminalisasi ketika menghadapi kasus besar.

Ketua KPK Agus Rahardjo menuturkan, pimpinan KPK siap dengan segala kemungkinan dan risiko dikriminalisasi. "Ya itu ada kemungkinan (kriminalisasi) tapi akan kita hadapi," kata Agus di gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (15/11).

Pimpinan KPK saat ini tengah menyelesaikan beberapa kasus yang melibatkan pejabat dan mantan pejabat pemerintah. Semisal kasus dagang pengaruh dalam impor gula yang melibatkan mantan Ketua DPD Irman Gusman. Atau kelanjutan penyelesaian kasus KTP elektronik yang banyak menyinggung mantan pejabat pemerintah. Dari kasus-kasus yang ditangani selama ini, Agus mengaku tidak pernah ada indikasi kriminalisasi.

"Selama ini tidak ada (ancaman kriminalisasi). Selama saya menjadi ketua enggak ada itu," ucapnya.

Meski demikian pihaknya mengaku akan tetap melaksanakan tugas sesuai dengan kewenangan yang diberikan kepada lembaga antirasuah. Dia berharap tidak ada upaya-upaya mengebiri komisioner KPK.

"Mudah-mudahan dalam perjalanan (tidak ada) kalau pun ada kita akan hadapi," ujar Agus.

Untuk diketahui, mantan Ketua KPK Abraham Samad berkunjung menemui Antasari Azhar di kediamannya kawasan Serpong, Tangerang Selatan, Sabtu (12/11).

Samad mengaku pertemuan tersebut membahas berbagai persoalan di dalam negeri. Salah satunya mengenai rawannya pimpinan KPK menjadi target serangan balik koruptor.

"Karena pimpinan KPK rentan akan kriminalisasi," kata Samad sambil menunggu Antasari yang saat itu sedang makan di luar rumah bersama keluarga besarnya.

Menurut Samad, obrolan dengan Antasari menyangkut kriminalisasi yang kerap dihadapi pimpinan KPK. Dia meyakini Antasari merupakan korban kriminalisasi saat memimpin KPK.

"Ini bukan percaya tak percaya, tapi kan faktanya itu terjadi bagi pimpinan. Saya, Pak Antasari dan Pak Bambang (Bambang Widjojanto-red) mengalami itu," ujar dia.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP