Kesal tak digaji perusahaan, 3 pekerja di Banyuasin curi kabel listrik LRT
Berdalih kesal tak digaji selama 3,5 tahun, Zainudin (41) nekat mencuri kabel listrik untuk keperluan light rail transit (LRT) yang disimpan perusahaan tempatnya bekerja. Dua pelaku lain juga diringkus, satu di antaranya ditembak polisi.
Berdalih kesal tak digaji selama 3,5 tahun, Zainudin (41) nekat mencuri kabel listrik untuk keperluan light rail transit (LRT) yang disimpan perusahaan tempatnya bekerja. Dua pelaku lain juga diringkus, satu di antaranya ditembak polisi.
Tersangka Zainudin mengaku sudah lama menunggu itikad baik dari PT BICC Citra KSI untuk memenuhi haknya sebagai pekerja. Lantaran tak kunjung mendapat gaji, dia pun mengajak dua rekannya, Bambang Sugianto (45) dan Andreas Eskoba Hutabarat alias Ucok (40) melakukan aksi kejahatan.
Berbekal mengetahui seluk-beluk perusahaan, mereka mencuri kabel listrik LRT yang disimpan di gudang di Jalan Talang Keramat, Kelurahan Talang Keramat, Kecamatan Banyuasin, Sumsel. Agar tidak kentara, mereka memotong kabel satu meter setiap beraksi. Alhasil, sejak 6 Juni 2018 lalu, kabel berdiameter sepuluh sentimeter itu akhirnya terkumpul.
Kabel tersebut dikupas dan diambil tembaganya lalu dijual Rp 1,5 juta per meter. Hasilnya dibagi rata dengan catatan tidak memberitahu atau mengajak orang lain.
"Saya kesal, gaji saya selama 3,5 tahun tidak dibayar. Sampai-sampai saya nyambi ngojek, tapi tidak cukup," ungkap tersangka Zulkarnain di Mapolda Sumsel, Kamis (12/7).
Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel AKBP Yoga Baskara mengatakan, aksi tersangka diketahui saat pihak perusahaan bersama PLN mengecek gudang penyimpanan kabel tersebut. Saat diaudit, sepanjang 400 meter kabel dengan total kerugian Rp 600 juta hilang.
"Dugaan awal ada keterlibatan orang dalam. Ternyata benar, otak pelakunya Zainudin yang berstatus sebagai penjaga keamanan perusahaan," kata dia.
Atas perbuatannya, ketiga tersangka dikenakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara. "Total ada tiga pelaku, semuanya tertangkap. Kaki kiri tersangka Ucok ditembak karena melawan petugas," pungkasnya.
Baca juga:
Sekap pembantu rumah tangga, perampok satroni rumah mewah di Pekanbaru
Gasak Rp 1,7 M uang pabrik, 7 pencuri di Tangerang beli mobil hingga emas batangan
Baku tembak dengan polisi, kedua kaki Johan ditembus timah panas
Rumah wartawan di Depok disatroni maling, perhiasan hingga batu akik digondol pelaku
Kabur saat dibekuk, maling motor berlagak ambil senpi di pinggang
Polisi tangkap pelaku curanmor dengan modus remas payudara