Kesaksian Mahasiswa Unud soal Kepribadian Mendiang Timothy Anugrah di Fakultas FISIP
Karangan bunga dan lilin tergeletak di depan Gedung FISIP Unud, dengan berpulangnya almarhum Timothy Anugerah Saputra.
Di depan gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) di Kampus Sudirman, Universitas Udayana, di Kota Denpasar, terlihat bunga papan turut berduka cita atas meninggalnya mahasiswa Universitas Udayana (Unud) Timothy Anugerah Saputra (21).
Karangan bunga dan lilin tergeletak di depan Gedung FISIP Unud, dengan berpulangnya almarhum Timothy Anugerah Saputra. Suasana di Fakultas FISIP pada sore hari terlihat sepi dan hanya beberapa mahasiswa dan mahasiswi terlihat mondar-mandir di depan fakultas.
Salah satu mahasiswi FISIP Unud, bernama Anggita Sekar Ayu mengatakan, bahwa setahu dia korban Timothy terlihat pendiam, walaupun tak mengenal korban secara langsung, karena korban adalah kakak kelasnya, sementara Anggita masih duduk di semester lima.
"Dia (terlihat) pendiam, mungkin karena (saya) memang enggak kenal juga, jadi enggak terlalu interaksi. Jadi cuma sekadar lihat saja. Kalau misalkan ngelihatnya cuma sekedar ngelihat saja, ketemu mungkin cuma pas papasan saja," kata Anggita saat ditemui di Fakultas FISIP Unud, Senin (20/10).
Ia menerangkan, tidak mengenal korban secara langsung dan jarang bertemu hanya ketika papasan saja dan korban sudah semester 7 atau kakak kelasnya. Selain itu, setahu dia korban juga terlihat selalu sendiri, tetapi secara pasti apakah korban memang penyediri dia tidak mengetahui secara pasti.
"Kalau misalkan sesekali melihat pada saat papasan itu seringkali sendiri. Cuma saya tidak mau memberikan asumsi kenapa. Karena beberapa kali ada yang emang sendiri dia. Mungkin (dia) menunggu teman dan sebagainya," imbuhnya.
Prestasi Akademis Bagus
Anggita juga tidak mengetahui secara pasti korban apakah aktif di sebuah organisasi di kampus. Hanya saja, saat mendengar peristiwa tentang korban dia dan teman-temannya lainnya kaget.
"Saya juga enggak tahu sih. Karena emang kita enggak terlalu mengenal, dan jarang bertemu dia, soalnya kan satu gedung belum (tentu) jadwalnya sama," ujarnya.
"Kaget, kita baru tahu saja. Nggak sempat lihat kejadian. Sebenarnya kita kaget banget. Apalagi waktu itu beberapa dari kita ada yang enggak di kelas di jam tersebut. Jadi kita enggak tau apa-apa. Yang pasti sih, harapannya biar enggak ada lagi kejadian seperti ini," ungkapnya.
Ia juga menerangkan, bahwa sebenarnya di Unud Bali itu ada satuan tugas (Satgas) yang bertugas seperti kelas konseling untuk para mahasiswa.
"Setahu saya di Udayana sendiri itu sebenarnya sudah ada yang namanya satgas seperti itu. Sudah ada tahapan-tahapan pencegahannya, cuman kalau yang saya lihat mungkin enggak semua mahasiswa itu cukup percaya diri untuk bisa langsung cerita yah," ujarnya.
Sementara, Ketua Unit Komunikasi Publik Universitas Udayana, Dewi Pascarani mengatakan, bahwa almarhum Timothy memiliki indeks prestasi yang cukup tinggi.
"Almarhum itu memiliki indeks prestasi yang cukup tinggi, IPK-nya (Indeks Prestasi Kumulatif) 3,91. Jadi cukup cerdas dalam sisi akademik," ujarnya.
"Kemudian kesehariannya juga baik. Dari (keterangan) teman-temannya kemudian juga tenaga pendidik itu bisa berkomunikasi dengan baik dengan almarhum," ujarnya.
Sebelumnya, seorang mahasiswa Universitas Udayana (Unud) Bali, tewas terjatuh dari lantai dua gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) di Kampus Sudirman, Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar, pada Rabu (15/10) pagi.
Ketua Unit Komunikasi Publik Universitas Udayana, Dewi Pascarani mengatakan bahwa korban bernama Timothy Anugerah Saputra (21) yang merupakan seorang mahasiswa.
"Terkait kejadian di lingkungan Kampus FISIP, Universitas Udayana menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya salah satu mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, di lingkungan kampus Sudirman," kata Pascarani, Rabu (15/10) sore.