Kerugian Banjir Bali di Pasar Badung dan Kumbasari Capai Puluhan Miliar
“Sekitar Rp3 miliar itu hanya untuk listrik," kata Direktur Utama Perumda Pasar Sewakadarma Denpasar, IB Kompyang Wiranata.
Banjir besar yang melanda Kota Denpasar pada Rabu (10/9) menyebabkan kerugian besar di Pasar Badung dan Pasar Kumbasari.
Direktur Utama Perumda Pasar Sewakadarma Denpasar, IB Kompyang Wiranata, memperkirakan total kerugian mencapai puluhan miliar rupiah.
Menurutnya, kerusakan pada instalasi listrik saja diperkirakan menelan biaya hingga Rp3 miliar. Belum termasuk kerugian pedagang akibat barang dagangan yang rusak dan kendaraan yang terendam di basement pasar.
“Sekitar Rp3 miliar itu hanya untuk listrik. Kalau infrastruktur lain seperti lift dan eskalator di basement, pasti juga akan dilakukan perbaikan. Jadi total kerugian bisa puluhan miliar,” ujarnya, Jumat (12/9).
Ribuan Pedagang Terdampak
Kompyang menyebut seluruh pedagang di Pasar Badung dan Kumbasari terdampak banjir.
Di Pasar Badung terdapat sekitar 1.698 pedagang, sementara di Pasar Kumbasari sekitar 1.000 pedagang.
“Semua pedagang terdampak. Kalau di Kumbasari, ada barang dagangan hilang dan rusak. Kalau di Pasar Badung, barang dagangan aman, tapi motor dan mobil yang parkir di basement ikut terendam,” jelasnya.
Puluhan Kendaraan Terendam
Data sementara mencatat ada 44 sepeda motor dan satu mobil yang baru bisa dievakuasi dari basement Pasar Badung. Sementara itu, kendaraan lain di basement dua belum bisa diangkat karena air masih tinggi.
“Kendaraan yang terendam ada milik pedagang, pengunjung, hingga inventaris Perumda. Bahkan, lima truk sampah milik Perumda ikut tenggelam,” katanya.
Perumda Pasar saat ini fokus melakukan pembersihan lumpur dan sampah pascabanjir, serta berkoordinasi dengan BPBD Bali dan dinas terkait.
“Sekarang yang urgent adalah pembersihan lumpur. Kalau air sudah surut, sisa lumpur ini yang jadi pekerjaan rumah kami,” ungkap Kompyang.
Ia menambahkan, pemulihan listrik dan pasokan air PDAM menjadi prioritas utama sebelum pasar dapat beroperasi penuh kembali.
“Target kami, antara lima hingga sepuluh hari Pasar Badung dan Kumbasari bisa kembali buka. Tergantung kecepatan pemulihan listrik dan air,” tegasnya.
Wapres Tinjau Lokasi
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung kondisi Pasar Badung dan Kumbasari pada Jumat (12/9) siang, didampingi Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, dan Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta.
Dalam kunjungan itu, Wapres menyusuri basement pasar yang sebelumnya terendam dan berdialog dengan pedagang.
“Sudah lihat. Pokoknya fasilitas umum semuanya segera diperbaiki secepatnya. Targetnya harus cepat,” singkat Gibran.