Kenangan Rekan Kerja Tentang IP Kepala Cabang Bank: Suka Bercanda & Tidak Punya Musuh
Menurut Wigo, almarhum belakangan ditempatkan di Cempaka Putih sebagai kepala cabang. Rotasi jabatan.
Kepergian IP (37), Kepala Cabang Bank di Jakarta, meninggalkan duka mendalam bagi rekan-rekannya. Salah satunya adalah Wigo, kolega yang pernah bekerja satu kantor dengan almarhum dan mengenangnya sebagai sosok pekerja keras dan bersahabat.
"Sebetulnya saya sempat barengnya satu kantor pusat di Sudirman dan satu bagian. Udah agak lama di tahun 2016-2017. Jadi enggak terlalu paham kesehariannya yang sekarang kan. Udah beda kantor juga," kata dia saat ditemui di RS Polri, Kamis (21/8).
"Orangnya supel, orangnya komunikatif, suka bercanda. Basiknya baik lah. Enggak punya musuh kayaknya orangnya," sambung dia.
Menurut Wigo, almarhum belakangan ditempatkan di Cempaka Putih sebagai kepala cabang. Rotasi jabatan, kata dia, adalah wajar terjadi di lingkungan bank BUMN, tempat IP bekerja.
"Karena dia beberapa kali pindah. Sekarang di Cempaka Putih," ujarnya.
Meski tak lagi satu kantor, komunikasi dengan IP masih tetap terjalin.
"Terakhir ya masih suka DM-DM, lewat Instagram, masih sering main ke kantor pusat ya kan. Ya ketemu gitu kan, ngobrol juga. Terakhir mungkin adalah sebulan yang lalu lah. Terus saya juga sempat ketemu di masjid, cuma enggak sempat saling menyapa karena saya buru-buru kan. Jadi enggak sempat ngobrol," ucap dia.
Wigo mengaku syok ketika mendengar kabar duka rekan kerjanya itu.
"Saya juga kaget. Udah banyak berseliwaran lah dari semalam gitu kan. Dari grup-grup internal, dari mana-mana gitu," ujar dia
Terkait gosip yang berkembang di internal perusahaan, Wigo mengaku banyak isu simpang siur.
“Dari tadi siang juga ada. Ya ada kabar seperti itu (terkait penagihan). Ada yang kabar terkait karena dia motoran juga. Ya macam-macam lah. Saya juga belum bisa meyakini apa yang sebenarnya terjadi," ucap dia.
Sebagai rekan, Wigo berharap polisi segera menuntaskan kasus ini.
"Ya harapannya segera ditangkap semua lah gitu ya, diberi hukuman setimpal. Ya karena saya yakin dia orang-orangnya baik gitu ya, enggak mungkin gitu ya, kayaknya ada sesuatu lah atau apa lah gitu ya. Enggak mungkin sih dia sampai bisa terjebak dalam kondisi seperti ini kalau saya lihat kepribadiannya," katanya.